Kisaran (SIB)- Debat kandidat Bupati/Wakil Bupati Asahan periode 2015 – 2020 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Asahan di Sabty Hotel Garden Kisaran, Sabtu (21/11) berlangsung seru.Acara debat bertema “Mengoptimalkan Pembangunan Daerah Guna Mensejahterakan Masyarakat†ini di moderatori Drs M Yusri MSi, Dosen Fisip USU dengan menghadirkan panelis yaitu Prof Dr Lic Rer Reg Sirojuzilam Hasyim SE, guru besar Fakultas Ekonomi/Ketua Program Magister dan Doktor USU, Prof DR Badaruddin MSi, Dekan Fisip USU, DR Ir Rahmanta Ginting MSi Dosen Fakultas Pertanian USU serta DR Alvi Syahri SH MHum Dosen Pasca Sarjana UMSU.Berlangsung kurang lebih 1 jam, debat kandidat dibagi 4 sesi yakni penyampaian visi dan misi, penajaman visi dan misi, debat paslon serta terakhir menjawab pertanyaan yang diberikan panelis. Masing-masing paslon diberi waktu 2 menit untuk 4 sesi tersebutSesi pertama, paslon nomor urut 1 Brigjen TNI (purn) DR Hj Nurhajizah SH MH – Ir Amir Syarifuddin MM (Nur – Amir) dalam visi dan misinya memaparkan Asahan berubah masyarakat maju sejahtera dengan menyelenggarakan pemerintahan yang baik, bersih, amanah dan melayani masyarakat bukan menakut-nakuti masyarakat. Meningkatkan kehidupan sosial pelayanan pendidikan bermutu dan berkepribadian, serta pengembangan budaya dan kearifan lokal. Mengembangkan infrastruktur, sarana prasarana berkeadilan sesuai kebutuhan perkembangan kabupaten, menciptakan keamanan, ketertiban dan keadilan bagi masyarakat sekaligus menciptakan budaya malu. Membangun komunikasi dengan semua etnis yang ada di Kabupaten Asahan sekaligus merubah paradigma PNS yang selama ini dilayani menjadi melayani masyarakat sepenuh hati.Paslon nomor urut 2, Drs H Taufan Gama Simatupang MAP – H Surya BSc (Taufan - Surya) pada visi dan misinya mengatakan bahwa visi dan misi mereka masih tetap sama seperti sebelumnya. Ini mengartikan mereka tetap konsisten seperti masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada Taufan – Surya memimpin Asahan periode 2010 -2015 dengan visi terciptanya masyarakat Asahan yang Religius, Sehat, Cerdas dan Mandiri. Sedangkan pada misi, lanjutnya, di periode lalu ada 6, kini pada periode ke II ditambah 2 yang diperoleh selama kepemimpinan mereka demi tujuan memuaskan masyarakat. Namun, dalam rangka pembangunan Asahan, Taufan – Surya tetap mempertahankan 4 pilar pembangunan yaitu bidang infrastruktur, pendidikan, pertanian dan kesehatan.Pada sesi penajaman visi dan misi moderator melemparkan pertanyaan dari panelis yaitu arah pembangunan ada 3 aspek fundamental, pertumbuhan (efisiensi), pemerataan (equity) dan berkelanjutan (sustainability. Bagaimana para paslon menyesuaikan 3 aspek fundamental dengan visi misi?. Paslon Nur – Amir mengatakan aspek fundamental dimaksud merupakan hal yang penting untuk mensejahterakan masyarakat dan guna mewujudkan itu infrastruktur haruslah baik, infrasruktur harus merata dari desa ke desa juga dari desa ke kota, merata, berkeadilan serta berkelanjutan. Infrastruktur yang tidak baik, sebut mereka, jelas sangat mempengaruhi transportasi ekonomi dalam mengangkut hasil bumi dan mengakibatkan berkurangnya pendapatan petani. Selain itu, pengurangan rakyat miskin, rakyat harus sehat yang sakit diobati, yang lapar bisa diberi makan dan yang bodoh diberi ilmu pengetahuan menjadi catatan khusus.Menyangkut 3 apek fundamental, Taufan – Surya mengemukakan bahwa karena sesuai visi dan misi merekalah maka mereka membuat slogan “Tuntaskan – Tuntaskanâ€. Apa yang dtuntaskan maksud mereka adalah kepemimpinan Taufan – Surya serta program-program yang belum selesai harus dilanjutkan dan dituntaskan. Bagaimana menyesuaikannya?, tentu hal itu bukanlah sesuatu yang sulit karena sektor-sektor fundamental itu sudah termasuk dalam 4 pilar utama pembangunan mereka. Guna mewujudkan itu, katanya, bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu diketahui, katanya lagi, jalan kabupaten yang hancur merupakan warisan bupati sebelum kepemimpinan mereka. Tercatat, jelasnya, jalan kabupaten yang hancur panjangnya 1.564 kilometer, sementara juga pemimpin-pemimpin sebelumnya hanya bisa membangun jalan 100 kilometer dan Taufan – Surya selama 3 tahun 8 bulan memimpin bisa membangun 500 kilometer jalan.Acara semakin seru saat memasuki debat secara terbuka cuma sangat disayangkan waktu diberikan untuk bertanya 2 menit sedangkan menjawab 90 detik. Pada sesi ini, Nur – Amir memberi pertanyaan indeks kapasitas piskal yang menentukan besarnya bantuan dana hibah untuk Kabupaten Asahan tahun 2015 bernilai 0,33 persen. Konsep dan kebijakan apa 5 tahun ke depan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dijawab Taufan –Surya, sudah banyak yang dilakukan mereka sehingga angka kemiskinan 5 tahun kepemimpinan mereka menurun. Arus keuangan semakin meningkat dengan banyak tumbuhnya perbankkan di Asahan. “Ini menunjukkan indikasi pembangunan meningkat,†kata Taufan. Jawaban ini langsung dibantah, Nur – Amir yang mengatakan bahwa Asahan saat ini nilai indeks kapasitas piskalnya 0,33 persen yang artinya termiskin 10 paling bawah dari 33 provinsi . “Inilah yang menjadi tugas kami bila terpilih, menaikkan indeks kapasitas piskal Kabupaten Asahan,†kata Amir wakil Nurhajizah.Bergantian, Surya pasangan Taufan memberikan pertanyaan perubahan itu hebat, apa indikator perubahan itu hebat karena menurut mereka perubahan itu normal dan alami. Nur – Amir menjawab, yang pasti itu adalah perubahan. Rasul sendiri, ucapnya, hijrah dari Makkah ke Madinah membawa perubahan. Perubahan Nur – Amir dimaksudkan adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat seperti di 25 kecamatan di Asahan memerlukan IT. Konvensi IT, satu operator sebanding 6 tenaga kerja dan inilah salah satu contoh perubahan yang membawa perubahan nilai ekonomis, pelayanan terhadap masyarakat. Dan pada tahap debat secara terbuka ini, suasana menjadi riuh karena kedua pedukung saling meneriakan yel-yel, sorak-menyoraki ketika jagoannya salin berdebat.Sesi terakhir, menjawab pertanyaan dari panelis para kedua paslon tampaknya siap sekali menjawab soal yang dilontarkan oleh Prof Dr Lic Rer Reg Sirojuzilam Hasyim SE, Prof DR Badaruddin MSi, DR Ir Rahmanta Ginting MSi serta DR Alvi Syahri SH MHum. Menjadi perhatian saat pertanyaan Prof Sirojuzilam bagaimana menggerakan investasi secara konkrit, bagaimana menarik investor datang ke Asahan sehingga pertumbuhan menjadi lebih baik karena mendatangkan pekerjaan. (D04/D02/c)