Tanjungbalai (SIB)- Setelah runtuh, bak penampungan air di enam kecamatan di Pasar Selat Tanjung Medan Kota Tanjungbalai terlantar, Minggu (22/11).Runtuhnya salah satu bangunan bak penampungan air itu aktifitas pengerjaan penyelesaian proyek berbiaya Rp357.013.416 yang dikerjakan CV AA terhenti tanpa alasan yang jelas.Diduga runtuhnya salah satu lantai bangunan yang bersumber dari dana APBD TA2015 Kota Tanjungbalai itu akibat kualitasnya yang tidak sesuai bestek.Berdasarkan data gambar bangunan bak penampungan air yang dihimpun SIB, kedalaman bak mencapai 4,2 meter, lebar 2,9 meter, tebal lantai antara 10-15 cm. Setelah dilakukan pengukuran untuk membuktikan kebenaran data tersebut, diketahui bahwa kedalaman bangunan bak yang telah selesai dikerjakan di Pasar Selat Tanjung Medan, kedalaman tidak sesuai ukuran atau tidak sampai 4,2 meter dan lebar maupun tebal lantai juga tidak sesuai dokumen yang diperoleh SIB.Bak penampungan air yang dibangun di enam kecamatan berkapasitas 25 ribu liter. Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungbalai Mahdin Siregar menjelaskan, penyebab runtuhnya lantai bak penampungan air yang dibangun di areal Kantor Camat Kecamatan Datuk Bandar akibat getaran truk pengangkut hotmix.Pernyataan Mahdin berdasarkan laporan keterangan dari PPTK proyek. Berbeda yang diungkapkan Mahdin, menurutnya penyebab runtuhnya lantai bak akibat minimnya pengawasan. "Kata PPTK karena getaran lintasan truk hotmix, tapi saya menilai akibat kurangnya pengawasan,"kata Mahdin kepada SIB baru-baru ini.Menindaklanjuti persoalan itu, Wakil Ketua LSM Pijar Keadilan Edison Simamora mendesak BPK RI Perwakilan Sumut agar mengaudit investigasi realisasi kegiatan pembangunan proyek bak penampungan air di enam kecamatan yang runtuh."BPK selaku auditor resmi pemerintah untuk dapat mengaudit investigatif pekerjaan bak air yang runtuh. Sebab tidak tertutup kemungkinan kondisi sama terjadi di lima kecamatan lainnya,"tegas Simamora mendesak BPK menggelar audit investigatif.Dikatakan, dengan itu akan diketahui penyebab keruntuhannya. "Bukan hanya itu terkait kedalaman, lebar dan ketebalan yang diduga tidak sesuai ketentuan supaya dapat dijadikan bahan evaluasi atas kejanggalannya," pintanya.Amatan SIB, Minggu (22/11) bak penampungan air itu terlantar, sedangkan tutup lantai tidak terpasang sehingga meresahkan warga sekitar. "Sudah lama tak dilanjutkan, kami khawatir tutup bak yang tidak terpasang dapat mengancam keselamatan anak-anak kami saat bermain di sekitar bak. Kami minta BPBD segera memerintahkan rekanan memasang tutup bak," keluh warga.(D19/ r)