Pematangsiantar (SIB)- Kurang maksimalnya hasil perolehan Uji Kompetensi Guru (UKG) yang digelar baru-baru ini secara nasional, membuktikan kemampuan guru masih harus dipacu melalui pelatihan dan seminar. Rendahnya perolehan nilai UKG, harus menjadi evaluasi bagi para guru dan kepala sekolah serta pengawas pendidikan.Padahal melalui pemberian tunjangan sertifikasi, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sudah memperhatikan peningkatan kesejahteraan guru. “Tetapi hanya untuk mencapai nilai 55 saja pun kebanyakan para guru tak mampu. Terbukti hasil UKG menunjukkan hasilnya mayoritas dibawah 55,â€ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Drs Resman Panjaitan, saat memberi sambutan pada acara pembukaan Seminar Pendidikan Nasional, Selasa pagi (24/11), di Aula FKIP Nommensen, Jalan Sang Naualuh, Kota Pematangsiantar.Di hadapan Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Pematangsiantar, Drs Donver Panggabean M.Si, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pematangsiantar, Rudolf Barmen Manurung M.Pd, Dekan FKIP Nommensen, Dr Binur Panjaitan serta 800 orang perwakilan guru, menegaskan, para guru lebih giat untuk meningkatkan kualitas, kompetensi dan profesionalismenya sebagai guru yang berkarakter.“Para guru harus menyadari, bahwa kedepan pemberian tunjangan sertifikasi akan dilakukan lebih selektif,â€ujarnya.Selain itu, Rudolf Manurung juga mengajak para guru untuk merubah paradigma dalam rangka membekali diri melalui berbagai kegiatan serta pelatihan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Perubahan harus datang dari diri kita sendiri. Karena kalau diri kita saja tidak mau berubah, bagaimana mungkin kita bisa mengajak orang lain untuk berubah. Untuk itu, melalui wadah PGRI, kita bangun soliditas dan solidaritas yang kuat untuk mendukung program pemerintah di bidang pendidikan. Apalagi, Pemko Pematangsiantar sudah semakin memperhatikan kesejahteraan kita para guru,â€tandasnya.Plh Wali Kota Pematangsiantar, Donver Panggabean, mengapresiasi kegiatan yang digagas PGRI, Dinas Pendidikan serta Sopo Helius dalam rangka Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun PGRI Ke 70.Dia mengharapkan agar para guru benar-benar memahami tugasnya sebagai pendidik yang harus terus meningkatkan profesionalismenya. “Kegiatan seminar ini harus bisa menambah wawasan serta memberikan pencerahan kepada para guru, apalagi para narasumbernya merupakan orang-orang yang ahli di bidang pendidikan,â€ujarnya.Kegiatan yang digelar selama sehari ini menghadirkan nara sumber yakni, Alamta Singarimbun PhD (Dosen Institut Teknologi Bandung), serta Weilin Han M.Sc (Pakar Kurikulum dari Universitas Petra Surabaya), dan Amy Iwani, Ed.D (Pelatih Guru Tingkat Nasional). (C06/c)