Taput (SIB)- Aliansi Masyarakat Luat Pahae (AMLP) sangat mengharapkan Luat Pahae bisa mendapat perhatian serius dari Pemkab Taput dalam pembangunan. Sebab masih banyak program pembangunan di Luat Pahae kurang mendapat perhatian serius. Hal itu disampaikan Pengurus Aliansi Masyarakat Luat Pahae (AMLP) ketika audensi dengan Bupati Taput Nikson Nababan di Rumah Dinas Jalan Suprapto Tarutung, Selasa (24/11).Ketua Umum AMLP Lamsiang Sitompul SH MH, Sekretaris Athur Simanungkalit bersama dua Penasehat Rio Sukses Panggabean dan Antonius Tambunan serta beberapa pengurus lainnya menyampaikan beberapa program penting memajukan Luat Pahae dari ketertinggalan. Dalam pertemuan itu, sejumlah SKPD Pemkab Taput turut mendampingi bupati yang diantaranya, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Jamel Panjaitan, Kepala Bapeda Indra Simaremare, Asisten I HP Marpaung Sekretaris Dinas Cipta Karya Budiman Gultom, Kadis Kesehatan dr Janri Nababan, Kadis PU Anggiat Rajagukguk dan Kadis Koperindag Hisar Nababan.Di kesempatan itu, Ketua Umum AMLP Lamsiang Sitompul SH MH menyampaikan rencana program kerja untuk memajukan Luat Pahae yakni, mendirikan koperasi masyarakat Luat Pahae, membuat dan menerbitkan buku Parsonduk Bolon, pembentukan kepanitiaan arung jeram di Aek Godang, melakukan ekspedisi Gua Homang dan merencanakan mengadakan kegiatan Tumba Kolosal untuk memecahkan rekor muri."Selain itu, ada beberapa hal yang penting harus mendapat perhatian serius dari Pemkab Taput yakni, pelestarian patung peninggalan sejarah Hindia Belanda yang berada di desa sangat terpencil Desa Hopong Kecamatan Simangumban, tidak masuknya jaringan listrik sampai sekarang di Desa Hopong dan Desa Dolok Sau Kecamatan Simangumban, akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat menuju ke dua desa tersebut, kekurangan jamban dan sarana air bersih di Luat Pahae, dan butuhnya bibit karet dan durian," jelasnya.Dia mengatakan, AMLP bersama Pemkab Taput bisa melanjutkan visi misi mewujudkan lumbung pangan dan sumber daya manusia.Selain itu juga, Penasehat Antonius Tambunan juga mengutarakan, bahwasanya tahun ini, Pemkab Taput bisa memfokuskan dana pembangunan Desa Hopong dan Desa Dolok Sau Kecamatan Simangumban Dolok Sau."Saya mengharapkan anggaran itu bisa ditambah lagi untuk membangun dua desa tertinggal itu. Infrastruktur hancur dan jaringan listrik di dua desa itu sampai sekarang ini belum ada, " jelasnya.Menanggapi semua itu, Bupati Taput Nikson Nababan merasa senang adanya timbal dari masyarakat terkait program - program yang dijalankannya selama ini."Tanggung jawab saya sebagai pemimpin tidak ada membeda-bedakan kalangan. Di program - program yang saya buat saya sadari memang belum bisa membuat masyarakat senang," ujarnya.Dia mengaku, menjalankan pembangunan di Taput dimulainya dari titik nol. Dirinya sudah mendengar persoalan itu semua."Sebelumnya, saya pernah melakukan kontrak politik dengan AMLP. Target saya, apa yang dipaparkan tadi bisa selesai semua. Di anggaran yang kita benahi sekarang, saya berfokus saat ini pada infrastruktur. Makanya pembangunan hotmix menjadi prioritas saat ini. Bapeda saya minta merencanakan semua program yang disampaikan AMLP. Untuk di Desa Hopong dan Dolok Sau Kecamatan Simangumban, Pemkab Taput akan mengalokasikan anggaran untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya," ujarnya.Dia juga menambahkan, Januari atau Februari 2016 mendatang, Pemkab Taput akan programkan jambanisasi di Luat Pahae. Selain itu, pengadaan bibit karet okulasi senilai Rp 1, 2 miliar dari APBN akan disalurkan ke masyarakat Luat Pahae. (Rel / E03/ r)