Sidikalang (SIB)- Satu orang hilang dan 65 kepala keluarga (KK) terisolir akibat banjir bandang menerjang Dusun IV Desa Tualang Barisan, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Dairi, Kamis (26/11) sekira pukul 20.30 Wib.Kepala Dusun IV Robert Lumban Gaol kepada wartawan, Jumat (27/11) mengatakan , lokasi banjir berada di antara Dusun II dengan Dusun IV Desa Tualang Barisan dengan jarak satu kilo meter dari pemukiman Dusun IV. Banjir bandang diakibatkan intensitas hujan yang tinggi sejak Kamis pagi. Banjir bandang berasal dari anak sungai yang meluap hingga melewati badan jalan membawa material batu, tanah, dan batang pohon . “Anak sungai itu biasanya tidak besar, tidak tahu dari mana sumber air yang begitu besar dan material batu, tanah menutupi gorong-gorong di bawah badan jalan, sehingga air meluap melewati badan jalanâ€, ucapnya.Korban hilang atas nama Julfirman Silaban (30) anak kedua dari pasangan Basaruddin Silaban dengan Kayan Pasaribu warga Dusun IV Desa Tualang Barisan,diduga terbawa arus banjir bandang, saat melintas mengendarai sepeda motor dari lokasi banjir. Korban diketahui hilang setelah paginyaInformasi dari teman-temannya korban pulang dari salah satu kedai di Dusun II sekitar pukul 20.30 WIB melewati lakasi banjir dengan mengendarai sepeda motornya. Setelah ada laporan keluarga korban, masih kata Robert, warga mencari korban, dan menemukan lampu, plat sepeda motor, jok, helm korban sekitar 300 meter dari pinggir jalan yang diduga terbawa banjir. Hingga, Jumat (27/11) sore, korban dan sepeda motornya belum ditemukan.Camat Siempat Nempu Hulu Rahmadsyah Munthe mengatakan, akibat banjir tersebut sebanyak 65 KK terisolir di Dusun IV, akses menuju dusun putus total. Walaupun ada jalan alternatif, warga dan anak sekolah menggunakan jalan itu, sebagai jalan utama keluar dan masuk dusun tersebut. Selain banjir bandang ada beberapa titik jalan yang mengalami longsor, bahkan badan jalan putus menuju Desa Tualang .Dijelaskan Rahmadsyah, data kerusakan diakibatkan curah hujan tinggi meliputi, jalan longsor, jalan tergenang air dan rusak sekitar 20 meter, jalan putus sekitar 10 meter, pipa air minum putus terbawa arus banjir.Rahmadsyah menambahkan, pencarian korban sudah dilakukan mulai dari pagi hari dengan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi. Kejadian itu sudah diinformasikan kepada PU Bina Marga Dairi untuk menurunkan alat berat ke lokasi banjir bandang. Kabid Peralatan PU Bina Marga Mangihut Simaibang menyebutkan, setelah menerima informasi dari camat, pihaknya langsung sigap dan menurunkan alat berat ke lokasi banjir.Warga Dusun IV, Sakdiah Siburian (65), Rusbe Manullang (53) mengatakan, jalan tersebut merupakan akses utama mengeluarkan hasil pertanian. Saat ini dusun tersebut dalam musim panen jagung. “Musim jagung seperti ini, ada puluhan ton jagung yang akan dijual keluar, ini jika jalan tersebut belum diperbaiki, maka uang kami akan mengendap bahkan bisa mengalami kerugian yang cukup besar,†sebut Sakdiah.JebolSementara itu tanggul irigasi P3A Tualang-Pandan, di Desa Tualang, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Dairi jebol diterjang banjir bandang, mengakibatkan 300 hektar lahan sawah terancam tak bisa ditanami.Bencana alam banjir bandang, Kamis (26/11) disaat daerah itu diguyur hujan deras sejak pagi. Petani padi sawah di Desa Tualang, Eliakim Sinaga (60) dan Horas Situmeang (55), Jumat (27/11) mengatakan, akibat banjir bandang sawah mereka terancam tidak bisa ditanami padi karena tidak ada air.Eliakim Sinaga mengatakan, peristiwa itu telah merusak saluran irigasi yang mengairi persawahan mereka sekitar 300 hektare. “Kini lahan sawah kami sedang dalam pengolahan dan sebagian warga sudah cabut semai, artinya jika irigasi tidak segera diperbaiki para petani tidak bisa menanam padi,†sebutnya.Areal persawahan Tualang-Pandan merupakan lahan produktif, dimana dua kali dalam setahun panen. Produksi padi lumayan besar dan sudah merupakan mata pencarian dan penopang ekonomi warga. Selain bertanam padi, saat ini para petani sedang panen besar seperti jagung, karet, coklat serta kopi. Masyarakat berharap, Pemkab Dairi segera memperbaiki jalan yang terputus sehingga akses menuju dusun tersebut tidak terisolir dan hasil pertanian bisa segera dipasarkan.Sekdes Desa Tualang Vincent Sianturi mengatakan, sebanyak sepuluh titik tanggul irigasi jebol, sehingga diperkirakan sulit untuk diperbaiki. Ia menyebutkan, para petani mengharapkan Pemkab Dairi segera memperbaiki irigasi yang rusak supaya tidak merugikan warga.(Dik-TPT/c)