Kisaran (SIB)- Muhammadiyah dan Aisyiyah hadir dalam misi pencerahan, membawa perubahan ke arah kemajuan dari serba ketertinggalan. Demikian dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah DR Haidar Nasir MSi saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) XII Muhammadiyah dan Aisyiyah, Jum’at (27/11) di Alun-alun Rambate Rata Raya, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan.Di hadapan ribuan warga Muhammadiyah yang hadir dalam acara tersebut, Haidar mengatakan, di usia 103 tahun berdasarkan hitungan Biladiyah dan 106 tahun hitungan Masehi, atau memasuki abad kedua, Muhammadiyah kembali menyegarkan misi pencerahan dimaksud dengan menjadikannya topik di seluruh permusyawaratan hingga ke tingkat terbawah di tahun ini.Lebih lanjut dikatakan Haidar, hubungan manusia kepada Allah (Hablumminallah) dan hubungan sesama manusia (Hablumminallah) harus dipertautkan, sebab bila salah satu terputus akan menjadikan hubungan keduanya rusak. Karena itu, selain tetap berpegang teguh pada Tauhid dengan menjalankan Ibadah kepada Allah, juga Ihsan dalam pendidikan, sehat dan sejahtera serta saling membantu satu sama lain. Lewat syiar agama, kesehatan, pendidikan, sosial serta berbagai dimensi kehidupan lainnya, Muhammadiyah terus berbuat nyata, untuk Islam, Ummat dan Bangsa.Haidar juga mengingatkan, sejak awal kelahiran Muhammadiyah telah berperan nyata dan ikut dalam proses Kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan Ki Bagus Hadi Kusumo, Ketua PP Muhammadiyah di masanya, terlibat dalam BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia -Red) dan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia-Red).Karenanya, tegas Haidar lagi, memasuki usia dua abad, Muhammadiyah dan Aisyiyah tidak boleh lengah dan berpangku tangan. Warga Muhammadiyah harus terus berfikir dan berbuat, bagaimana menyebarkan ajaran Islam beserta dimensinya dalam kehidupan yang kian komplek, termasuk juga dalam kehidupan berbangsa bernegara. Untuk itu, kerjasama dengan semua pihak termasuk pemerintah mutlak diperlukan.Haidar juga menegaskan, kondisi terkini tanah air perlu menjadi perhatian serius. Saat ini, korupsi, eksploitasi sumber daya alam belum menguntungkan rakyat. Politik dan ekonomi juga cenderung liberal yang mengakibatkan tidak sedikit politisi dan elit negeri ini terjebak pada praktik korupsi. “Perlu bermuhasabah (intropeksi diri-Red) meluruskan niat, menjadikan bangsa bersatu, maju, adil, bermartabat dan berdaulat,†tukasnya.Sebelumnya, Plt Gubsu Ir HT Erry Nuradi MSi dalam sambutannya berpesan, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan harus mampu berperan aktif dalam membangun perkembangan bangsa dan negara, terkhusus Provinsi Sumatera Utara. Demikian juga dalam pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember mendatang.(D01/c)