Tanah Karo (SIB)- Puluhan warga dan mahasiswa Karo menggelar aksi simpatik penggalangan dana dengan pengumpulan koin untuk disumbangkan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem untuk mengatasi krisis air bersih di Karo. Dana tersebut nantinya akan digunakan membeli mesin pompa.Aksi simpatik penggalangan dana dilaksanakan, Selasa (1/12). Titik kumpul di depan Makam Pahlawan Kabanjahe Jalan Veteran, dengan berjalan kaki ke Pusat Pasar Kabanjahe Jalan Kapten Bangsi Sembiring, gedung DPRD Karo hingga ke kantor PDAM Tirta Malem. Aksi itu mendapat respon dari pengguna jalan. Aksi mereka ini mendapat pengawalan dari aparat Polres Tanah Karo.Koordinator Lapangan Aksi Pengumpulan Koin, Lloyd Reynold Ginting (35) warga Kabanjahe mengatakan, aksi pengumpulan koin ini mereka laksanakan merupakan bentuk protes masyarakat terhadap kinerja PDAM Tirta Malem karena tidak mampu mengatasi krisis air bersih di daerah ini, apalagi untuk mengganti As (baut) mesin pompa yang sudah berusia tua. Memang PDAM Tirta Malem telah mengusulkan ke Bupati Karo Terkelin Brahmana SH soal penggantian mesin pompa dan pengadaan pompa cadangan sebanyak 6 unit senilai Rp 1,2 miliar. Namun hingga saat ini belum ada langkah kongkrit dari Pemkab Karo untuk merealisasikan usulan tersebut.“Surat pertama yang tertuang No 350.10.101/2015 tertanggal 31 Juli 2015 lalu ditujukan ke Bupati Karo Terkelin Brahmana SH yang ditandatangani Pejabat Sementara Direktur Utama PDAM Tirta Malem Kab Karo Enda Putri Br Brahmana dan Pejabat Sementara Direktur Teknik Lukman Peranginangin soal usulan penggantian mesin pompa 6 unit PDAM Tirta agar ditampung anggarannya di Perubahan PAPBD TA 2015,†ungkapnya.Karena surat terdahulu belum direalisasikan, PDAM Tirta Malem Karo kembali menyurati dengan nomor surat 524.10.12.1/2015 tertanggal 04 November 2015 kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana SH dan Ketua Tim Anggaran Pemkab Karo yang ditandatangani Pejabat Sementara Direktur Utama PDAM Tirta Malem Kab Karo Enda Putri Br Brahmana dan Pejabat Sementara Direktur Teknik Lukman Peranginangin soal usulan penggantian mesin pompa dan pengadaan pompa cadangan sebanyak 6 unit di perusahaan tersebut agar ditampung di APBD TA 2016.Menurutnya, usulan PDAM Tirta Malem itu sehubungan pelayanan dan optimalisasi peningkatan kinerja dalam hal pendistribusian air minum di Kota Kabanjahe dan sekitarnya, dimana pada saat ini tingkat kekurangan produksi air cukup tinggi.Di gedung DPRD Karo massa mempertanyakan ke pimpinan DPRD untuk menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) lintas komisi membahas soal krisis air bersih. “Kami telah sampaikan surat terdahulu ke Ketua DPRD Karo Nora Else Surbakti tertanggal 12 November 2015, tapi hingga saat ini DPRD Karo belum menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum untuk lintas komisi,†ungkap Lloid.Atas tanggapan itu, Wakil Ketua DPRD Karo Effendy Sinukaban SE mengatakan pimpinan DPRD Karo akan menggelar rapat atas usulan itu. “Kita akan membawa ke rapat kerja di Komisi C. Apabila belum ada penyelesaian, rapat komisi C dapat membawanya ke lintas komisi yang ada di DPRD Karo,†ungkap Effendy.Setelah mendengar penjelasan Wakil Ketua DPRD Karo Effendy Sinukaban, massa bergerak menuju kantor PDAM Tirta Malem Jalan Jamin Ginting Kabanjahe. Koin yang terkumpul Rp 325 ribu lebih atas sumbangan berbagai elemen masyarakat, massa memberikan koin itu kepada Pejabat Sementara Direktur Utama PDAM Tirta Malem Enda Putra br Brahmana agar dapat dipergunakan untuk perbaikan mesin pompa.Pejabat Sementara Direktur Utama PDAM Tirta Malem Enda Putra br Brahmana mengatakan alangkah baik atas bantuan dari berbagai elemen masyarakat ini diberikan kepada Pemkab Karo. “Kami hanya sebagai pelaksana. Kami tidak bisa menerima bantuan ini,†katanya.Setelah mendapat jawaban dari pihak PDAM Tita Malem, pengunjuk rasa mengatakan ini bantuan sumbangsih dari berbagai elemen masyarakat untuk dapat dipergunakan. “PDAM Tirta Malem harus menerimanya agar secepatnya diperbaiki mesin pompa itu. Kami akan kembali turun ke jalan untuk mengumpulkan koin untuk usulan penggantian mesin pompa itu,†tegas Ginting.Selanjutnya massa bergerak ke kantor Bupati Karo menuntut kepedulian Bupati Karo terhadap kinerja PDAM Tirta Malem Karo yang dinilai buruk. Karena tidak mampu memberikan pelayanan yang baik terhadap kebutuhan air bersih warga kota Kabanjahe akibat keterbatasan anggaran. Para pengunjuk rasa tersebut diterima oleh Asisten III Drs Andreas Tarigan dan berjanji akan menampung anggaran untuk PDAM Tirta Malem pada APBD 2016. (B01/d)