Kabanjahe (SIB)- Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia (GSRI) menggelar kebaktian pembasuhan kaki menjelang Natal sebagai bentuk kerendahan hati dalam pelayanan di gedung GSRI Kabanjahe tiap akhir pekan sebelum Natal. Demikian dikatakan Humas kegiatan pembasuhan kaki Rahel Sukatendel kepada SIB Selasa (1/12) di Kabanjahe.Dalam khotbahnya pada kebaktian pekan lalu, Ketua Umum BPP GSRI Pdt RT Tarigan menjelaskan pembasuhan kaki pertama kali dilakukan Tuhan Yesus bersama murid-muridnya, sebelum Yesus mengorbankan nyawanya di kayu salib untuk keselamatan umat manusia. Dia telah memberi teladan untuk membasuh kaki murid-muridnya (Yohanes 13:1-20). Jadi kita menggelar kebaktian pembasuhan kaki untuk mengikuti teladan Tuhan Yesus agar senantiasa saling mengasihi dan dikuatkan dalam pelayanan. Pembasuhan kaki merupakan simbol kerendahan hati dalam pelayanan dan iman pada Tuhan Yesus, ujar Pdt Tarigan.Dijelaskan membasuh kaki sudah mewakili seluruh kebersihan tubuh. Kegiatan ini dipercaya sebagai bentuk penyucian diri manusia dari segenap noda dosa dan tabiat lama. “Dengan disucikan dan dibenarkan, manusia itu akan memiliki hati yang baru agar layak di hadapan-Nya,†jelasnya.Kebaktian pembasuhan kaki berlangsung sekitar enam jam yang dihadiri sekitar 1500 orang yang berasal dari sejumlah daerah di tanah air. Acara diawali dengan firman, pujian, lawatan rohani buat para hamba Tuhan, pelayan gereja dan jemaat.Dalam pembasuhan kaki Ketum GSRI Pdt RT Tarigan mengawali membasuh kaki ibu Ketum beru Ginting dan dilanjutkan membasuh kaki hamba-hamba Tuhan. Kemudian dilanjutkan jemaat membasuh kaki hamba Tuhan dan membasuh kaki satu sama lain untuk mengikuti teladan Tuhan Yesus.(Dik MAS/d)