Pematangsiantar (SIB)- Sesuai dengan Hasil Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terhadap keempat pasangan calon (paslon) Wali kota dan Wakil Wali kota Pematangsiantar yang terkaya adalah pasangan calon (paslon) No urut 4 Wesly Silalahi-Sailanto (Westo). Sedangkan, yang memiliki kekayaan terendah adalah paslon No urut 2 Hulman Sitorus-Hefriansyah (Manis). Hal tersebut diketahui dari pengumuman hasil pemeriksaan Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN yang ditempel di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pematangsiantar, Kamis (3/12).Tercatat, kekayaan Paslon 1 Sudjito : Harta Tidak Bergerak (Tanah Bangunan) Rp 4,572 miliar. Harta bergerak Rp 466 juta. Surat Berharga Rp 2,688,384,515. Total Rp 7,706,384,513 dan Jumadi ; Harta tidak bergerak Rp 800 juta. Harta bergerak dan surat berharga -. Rp Total 800 juta.Dan Paslon 2 Hulman :Harta Tidak Bergerak terhitung 10 maret 2010 Rp 3,186 miliar, 22 Juli 2015 Rp 4,268 miliar. Tanah dan bangunan seluas 1288 meter kuadrat di Kota Pematangsiantar yang berasal dari hasil sendiri dari tahun 1992 sampai 2004 Rp 2,786 miliar (sama 2010 dengan 2015). Tanah seluas 660 m2 di Kota Siantar dari tahun 2012 harga sesuai juli 2015 Rp 660 juta. Tanah seluas 541 m2 di Kota Siantar dari 2015 dari tahun 2012 Rp 541 juta. Tanah seluas 281 m2 di Siantar dari tahun 92 sampai 2009, perhitungan 2010 Rp 400 juta, dan perhitungan 22 Juli 2015 Rp 281 juta. Harta bergerak Rp 380 juta.Mobil toyota tahun 200x dari 2008 Rp 110 juta (2010), Rp 80 juta (2015). Toyota 2008, dari 2008, Rp 110 juta (2010), Rp 75 juta (2015).Suzuki Eskudo Rp 160 juta (2015). Cherokee Rp 120 juta (2015). Harta bergerak lainnya (Logam mulia) Rp 18. 025.900. Saldo dan Setara Kas lainnya Rp 631 juta. Total Rp 4,215.025.900 (2010) dan Rp 5.851.025.900 (2015). Dan Hefriansyah : Harta tidak bergerak.Harta bergerak Rp 362 juta. Saldo dan Setara Kas yang dari diri sendiri Rp 1.536.345.845. Total Rp 1.898.345.845.Sementara, Paslon 3 TRS ; Harta tidak bergerak Rp 2.067.881.000 :Tanah dan bangunan seluas 531 m2 dan 178 m2 di Jakarta Selatan dari 2009, tahun 2010 Rp 1.105.111.000, tahun 2015 Rp 1.314.996.000. Tanah dan bangunan seluas 292 m2 dan 250 m2 di Jakarta Selatan dari tahun 2007, Rp 962.770.000 (2010) dan Rp 1.010.040.000 (2015). Tanah dan bangunan seluas 1.002 m2 dan 208 m2 di Kota Medan dari tahun 2012 Rp 872.942.000. Alat transportasi Rp 1.105.000.000 (2010), Rp 2,420 miliar (2015). Usaha (3 restroran, perkebunan sawit) Rp 550 juta. Harta bergetak lainnya (logam muli, dan batu mulia) Rp 227 juta.Surat berharga Rp 629.237.500. Kas lainnya Rp 1.402.352.695. Total Rp 5.967.133.332 (2010) dan Rp 10.064.173.359 (2015). Dan Zainal Purba : Harta tidak begerak Rp 443,350,848 juta.Alat transportasi Rp 157 juta, Usaha Rp 4,5 juta, Giro Rp 293.214.939. Total Rp 191,1 Juta (2010), Rp 898.065.787 (2015).Kemudian untuk, Paslon no 4 Wesly, Harta tidak bergerak (Tanah dan bangunan seluas 708 m2 dan 460 m2 di Jakarta Timut, 647 m2 dan 200 m2 di Jakarta Timur, 657 m2 dan 664 m2 jakarta pusat, 952 m2 dan 90 m2 Jakarta Pusat, 110 m2 dan 300 m2 Jakarta Pusat, 108 m2 dan 300 m2 jakarta pusat, 107 m2 dan 300 m2 Jakarta) total Rp 35.935.291.000. Alat Transportasi Rp 600 juta. Surat berharga Rp 14,050 miliar. Giro Rp 6.007.920.416. Total Rp 56.593.211.416. Sailanto : Harta tidak bergerak (Tanah dan Bangunan 18.947 m2 dan 150 m2 di Simalungun, tanah 3.996 m2 di Simalungun, tanah 13.660 m2 di Simalungun, tanah 18.237 m2 di Simalungun, tanah dan bangunan 600 m2 dan 389 m2 di Siantar (warisan), tanah dan bangunan 99 m2 dan 198 di Siantar. Total Rp 8.844.580.00.Usaha (Pekebunan) Rp 6,9 miliar. Giro Rp 229.062.813. Total Rp 16.483.642.613. (Dik/MS/h)