Pakpak Bharat (SIB)- Suhu politik menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pakpak Bharat yang akan dilaksanakan 9 Desember 2015 ini sedikit meninggi, karena ditengarai ada sejumlah oknum polisi dari Polres Pakpak Bharat tidak di posisi netral sehingga masyarakat merasa terganggu.Sejumlah sumber menginformasikan, Rabu (2/12) malam, ada oknum polisi berinisial RB dibantu sejumlah warga membagi-bagi uang kepada masyarakat di salah satu desa dengan tujuan agar pada Pilkada 9 Desember mendatang memilih paslon tertentu. Namun aksi bagi-bagi uang itu keburu diketahui warga lainnya, sehingga tidak berlanjut.Masih menurut sumber, malam yang sama sekitar pukul 23.00 WIB menjelang pagi, sejumlah oknum polisi dengan menaiki mobil dinas jenis Colt Disel yang biasa dipakai mengangkut pasukan mendatangi kediaman Remigo Yolando Berutu yang juga dijadikan sebagai posko pemenangan paslon RYB – Maju di Desa Teraju Kecamatan Siempat Rube.Kehadiran oknum polisi ke kediaman RYB-Maju guna mencari oknum polisi berinisial RB yang diduga bagi-bagi uang kepada warga, namun tidak ketemu. Akibat tidak ketemu, mereka menggeber-geber knalpot mobilnya, membuat suasanya sedikit tegang karena mengganggu warga yang sedang tidur, sebut warga yang bermukim di sekitar lokasi tanpa mau disebut namanya.Salah seorang tim sukses paslon RYB-Maju yang saat kejadian berada di posko melalui pesan singkat, Kamis (3/12) kepada SIB membenarkan ada sejumlah oknum aparat mendatangi posko paslon nomor urut satu. Beliau sangat menyayangkan prosedur patroli yang dilakukan oleh pihak Polres Pakpak Bharat hingga subuh. Pada prinsipnya kita tidak menghalangi tugasnya Polisi, namun jangan sampai mengganggu ketentraman masyarakat, sebutnya protes.Kapolres Pakpak Bharat AKBP Jansen Sitohang di sela-sela doa bersama dalam rangka menyambut Pilkada di Mapolres, Kamis (3/12) kepada puluhan wartawan menegaskan Polisi netral dalam Pilkada. “Ini adalah amanah undang undang,†sebutnya.Menjawab pertanyaan wartawan seputar tudingan adanya sejumlah oknum polisi bagi-bagi uang untuk memenangkan paslon tertentu dan mengadakan keributan di salah satu kediaman kandidat bupati, Kapolres dengan tegas menyangkalnya. Tidak ada, itu hanya isu. “Kalau rekan wartawan ada bukti, bawa kemari dan tunjukkan, saya bayar lima ratus ribu rupiah,†sebutnya.Jansen mengatakan, Kamis (3/12) pagi pihaknya telah melakukan konfontir terhadap oknum polisi yang diduga tidak netral dan bagi-bagi uang. “Sesuai pengakuan dengan bersumpah mereka membantahnya, jadi gimana lagi, maka saya tantang rekan wartawan kalau ada bukti tunjukkan kita akan proses,†sebut Kapolres. (B07/q)