Pendaftar BPJS Tebingtinggi Sepi, Hanya 200 Orang Mendaftar

- Kamis, 09 Januari 2014 16:09 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/01/hariansib_Pendaftar-BPJS-Tebingtinggi-Sepi--Hanya-200-Orang-Mendaftar.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Humala Siagian
USAI : Usai mengurus kartu BPJS, Lamhot Hutajulu yang dijumpai wartawan menunjukkan kartu BPJS yang diurusnya, Rabu (8/1)
Tebingtinggi (SIB)- Dinilai kurang sosialisasi, jumlah pendaftar ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tebingtinggi sepi pengunjung, tercatat hingga, Rabu (8/1) masyarakat Tebingtinggi yang mendaftar ke BPJS Tebingtinggi yang ada di RSUD Kumpulan Pane hanya sekitar  200 orang dan yang  kartunya  keluar masih sekitar 160 buah. Ironisnya masyarakat yang mengurus kartu BPJS kebanyakan orang yang keluarganya sedang sakit dan dirawat di RSUD tersebut.“Saya pikir BPJS ini gratis, ternyata tidak, parahnya lagi kita harus membayar premi Rp 25.500/orang, saya mengurus BPJS karena anak saya sedang dirawat di RSUD ini,” ujar Adian Lamhot Hutajulu, Warga Teluk Karang kepada sejumlah wartawan, Rabu (8/1) di RSUD Kumpulan Pane.Ditambahkannya, akibat BPJS tidak gratis Lamhot Hutajulu hanya mendaftarkan 3 anaknya dan dia ke BPJS kelas III dengan premi per orang Rp 25.500 “Total yang saya bayar tadi untuk 4 orang adalah Rp 102.000,” ujar Lamhot sembari menunjukkan kartu BPJS kepada wartawan.Lamhot juga mengatakan, akibat ketidakmampuan ekonominya terpaksa dia hanya mendaftarkan 3 anaknya dan dia ke BPJS. Sedangkan istrinya akan terdaftar dari perusahaan tempat istrinya bekerja.“Jika BPJS ini akan saya bayar dengan premi seperti itu setiap bulan, maka ini akan memberatkan dirinya, bayar lampu aja setiap bulan saya hampir kewalahan gimana dengan ini, kalau ini tidak saya bayar gimana dengan biaya berobat keluarga kami,” ujar Lamhot Lemas.Pengakuan Lamhot kepada sejumlah wartawan, dia mengurus BPJS karena anaknya sedang dirawat di RSUD tersebut,  sepengetahuannya dari media BPJS itu gratis ternyata tidak, jadi menurut Lamhot sosialisasi BPJS ini terhadap masyarakat awam masih minim, sehingga kebanyakan sakit dulu baru mengurus BPJS.Minimnya masyarakat yang mendaftar ke Kantor  BPJS Tebingtinggi yang di RSUD Kumpulan Pane dibenarkan pegawai BPJS Dakner Sitorus, jumlah yang mendaftar hanya 200 orang, jumlah kartu yang sudah di keluarkan sampai tercatat masih diangka 160-an. (C20/x)


Tag:

Berita Terkait

Martabe

BPJS Kesehatan Apresiasi 27 Faskes Dinilai Konsisten Lakukan Transformasi Digital

Martabe

11 Kabupaten/Kota di Sumut Terancam Kehilangan Status UHC Prioritas

Martabe

Bocah Korban Peluru Nyasar Dirawat di RS Pirngadi Medan

Martabe

Rico Waas : Pencairan JHT BPJS Tenaga Kerja Eks PHL Tetap Dapat Dilakukan

Martabe

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Bisa Diakses Peserta Selama Libur Nataru

Martabe

BPJS Kesehatan dan Kementerian Koperasi Perluas Cakupan JKN di Lingkungan Koperasi