T Karo (SIB)- Diperkirakan seribuan hektar persawahan Payalahlah meliputi dua kecamatan, Mardinding dan Laubaleng Kabupaten Karo sampai Rabu (8/1) masih digenangi banjir. Aktivitas petani yang selama ini bertani di Payalahlah vakum. Genangan air bagai danau ini belum surut akibat luapan air hujan dari perbukitan dua wilayah ini menumpuk ke Payalahlah akibat curah hujan yang masih tinggi.Demikian dikatakan anggota Komisi IV DPR RI DR Capt Anton Sihombing dan anggota DPRD Karo Masdin DT Ginting dan warga setempat, Pt Theopilus Sinulaki kepada SIB, Senin (30/12) di Laubaleng.Terutama masyarakat petani desa Lau Rambong, Perbulan, Lausolu, Lau Mulgab dan Tanjungpamah, mereka pastikan tanaman padinya gagal panen atas padi yang berkisar dua bulan disemainya. “Sejak banjir 31 Desember 2013 tahun lalu dan disusul hujan lebat, 2 Januari 2014 membuat genangan air semakin bertambah,†ujar Theo didampingi petani R Sembiring. Ka UPT Pertanian Laubaleng melalui PPHT Nampat Karo-karo menyebut areal pertanian yang terendam banjir cukup luas. Di antaranya meliputi, Perbulan, Rambah Tampu, Petarum, Baturongkam dan sebagainya. Dengan kondisi genangan air yang sudah seminggu lebih dipastikan petani akan gagal panen. (BR2/x)