Sergai (SIB)- Puluhan warga Dusun II dan III, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) melakukan unjuk rasa di lokasi proyek pembangunan jalan tol seksi 4 B Adolina Perbaungan di Desa Sei Sijenggi, Kamis (3/3).Di lokasi proyek persis di depan perkantoran PT PP, warga menyampaikan keluhannya terhadap masalah yang ditimbulkan kenderaan truk bertonase berat pengangkut tanah yang keluar masuk dari dan ke lokasi proyek yang melintas dekat dengan pemukiman warga. Debu yang jatuh dari dump truk beterbangan hingga masuk ke dalam rumah dan mengotori lingkungan warga. Parahnya, Jalinsum yang sudah dipenuhi debu tanah disiram dengan air sehingga mengakibatkan jalan menjadi licin dan sudah beberapa kali memakan korban jiwa karena terjatuh. Kemudian, mereka memersoalkan kontraktor proyek yang tidak melibatkan masyarakat sekitar untuk bekerja.Di sisi lain, warga juga menuding adanya praktik penjualan tanah negara bekas pengerukan lapisan atas bagian jalan yang akan dijadikan ruas jalan tol yang dilakukan oknum kepala desa setempat dan oknum tertentu dengan harga bervariasi mulai Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per truk. “Kasus ini harus diusut tuntas. Kenapa warga yang meminta tanah ini tidak dikasih, tetapi nyatanya dapat diperjualbelikan. Ini kan tanah negaraâ€, tegas warga dengan suara keras.Beberapa saat kemudian, delegasi warga pun melakukan dengar pendapat dengan pihak PT PP yang turut dihadiri Kapolsek Perbaungan AKP Andri Manalu. Mewakili manajemen perusahaan kontaksi BUMN itu M Yusuf menjelaskan, masalah pengangkutan tanah dan penjualan tanah bekas kerukan, tidak ada hubungannya dengan PT PP karena pekerjaannya sudah disub kontrakkan kepada PT SBP. Namun, demikian pihaknya akan menegur dan bila perlu menghentikan sementara pekerjaan tanah di proyek tersebut sebelum persoalan ini dituntaskan. Mendapat penjelasan dari PT PP, warga pun membubarkan diri dengan tertib. (A-26/c)