Binjai (SIB)- Ribuan sopir truk dari Langkat, Binjai dan Medan serta warga yang menggabungkan diri dalam Aliansi Masyarakat Peduli Kota Binjai unjukrasa di kantor DPRD Kota Binjai, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi dan kantor Wali Kota Binjai, Senin (13/6).Aksi unjukrasa ini dilakukan sebagai bentuk protes ratusan sopir truk dan warga terhadap tindakan Pemerintah Kota Binjai yang melarang truk melintas di sejumlah kawasan Kota Binjai dan memasang portal seperti di Jalan Gunung Bendahara dan Jalan Bangau, Mencirim, sehingga truk tidak bisa melintas menuju Medan dan Langkat.Dengan membawa puluhan spanduk yang bertuliskan kecaman terhadap keputusan Pemko Binjai dan mengerahkan truknya ke kota sehingga membuat arus lalulintas lumpuh sekitar 5 jam. Massa memaksa agar anggota DPRD mau menerima mereka untuk menyampaikan aspirasinya.Satu jam melakukan aksi, akhirnya anggota DPRD Binjai, Tengku Mat Sah dari Fraksi Nasdem, Irvan Fraksi PAN, L. Mita Fraksi Golkar, Hartono dari Fraksi PKS, Jonita Bangun Fraksi Hanura dan dr Edy Putra dari Fraksi Nasdem menemui massa. Selanjutnya, 10 orang perwakilan dari masa pengunjuk rasa diizinkan masuk ke dalam ruang rapat dewan guna melakukan mediasi.Dalam mediasi ini, perwakilan masa meminta agar DPRD Binjai selaku wakil rakyat mau mendengarkan dan melaksanakan aspirasi mereka agar sejumlah portal yang dipasang di jalan-jalan tersebut segera dibongkar agar truk dapat kembali beroperasi seperti biasa. Atau menunjuk satu jalan yang bisa mereka lewati dengan perjanjian jika jalan rusak, mereka yang memperbaiki. Untuk itu bisa dibentuk tim ahli dari Pemko dan pihak pemilik truk.Kordinator aksi J Payo Sitepu meminta agar Pemko Binjai segera membongkar kembali portal dan memberikan izin untuk sopir truk agar truk dapat kembali beroperasi."Kasihan para sopir ini, sudah 3 bulan mereka tidak bekerja akibat kebijakan Pemko Binjai yang melarang truk melintas dan memasang portal di jalan-jalan," jelasnya.Dijelaskannya, jika alasan pemerintah melarang truk melintas karena menyebabkan jalan dan jembatan rusak, maka pihaknya siap mengeluarkan uang untuk biaya perbaikan jalan dan jembatan."Jika alasan mereka karena jalan dan jembatan rusak akibat truk galian C, kami siap memperbaikinya tanpa bantuan pemerintah. Kami siap menggunakan uang pribadi. Itulah kami, kami memiliki tanggungjawab," ujarnya.Dikatakannya, DPRD selaku wakil rakyat harus segera mengatasi masalah ini, jangan lagi ada alasan, sebab ini menyangkut nasib ratusan sopir yang gara-gara kebijakan ini menjadi pengangguran.Usai melakukan aksi di kantor DPRD Binjai, massa melanjutkan aksinya ke kantor Wali Kota Binjai, Jalan Sudirman, Binjai Kota. Dalam aksi ini juga mereka meminta agar pemerintah memberikan izin agar truk galian C dapat melintas dan membongkar portal.Di kantor wali kota, pengunjuk rasa sempat memaksa mau masuk tetapi aparat meminta utusan yang akhirnya berbicara menyampaikan aspirasinya. Wali kota Binjai sejak pagi tidak terlihat padahal wali kota selama ini rajin masuk kantor. Karena wali kota tidak ada suasana unjuk rasa sempat memanas. Kendaraan kecil (pribadi dan angkot) dihambat, arus lalulintas sempat terganggu. Namun beberapa waktu kemudian suasana tenang kembali dan ketika perwakilan J Payo Sitepu keluar dari kantor kota, ia tidak memberikan keterangan hasil mediasi kepada wartawan. Dia langsung pergi diikuti pengunjuk rasa yang lain. (A31/q)