Medan (SIB)- Pemerintah Kota Medan mendukung digelarnya Hari Ulos Nasional dengan harapan kegiatan tersebut menjadi momen dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya tradisional."Kegiatan itu menjadi kebanggaan dan kami harap semua kepala daerah di Sumut dapat mendukungnya untuk menjadikan ulos mendunia, sebab pelestarian dan pengembangan ulos akan meningkatkan ekonomi rakyat," kata Wali Kota Medan Dzulmi Eldin di Medan, Rabu, saat menerima audiensi panitia Hari Ulos NasionalUlos atau sering juga disebut kain ulos adalah salah satu busana khas Indonesia yang secara turun temurun dikembangkan oleh masyarakat Batak. Cara membuat ulos serupa dengan cara membuat songket khas Palembang, yaitu menggunakan alat tenun bukan mesin.Mulanya ulos dikenakan di dalam bentuk selendang atau sarung saja, kerap digunakan pada perhelatan resmi atau upacara adat Batak, namun kini banyak dijumpai di dalam bentuk produk souvenir, sarung bantal, ikat pinggang, tas, pakaian, alas meja, dasi, dompet, dan gorden.Lebih lanjut Eldin mengatakan siap memfasilitasi Hari Ulos Nasional tersebut agar benar-benar berlangsung dengan sukses dan semakin mengangkat nilai-nilai tradisional."Pemko Medan mendukung kegiatan ini dan siap memfasilitasinya. Panitia agar terus berkoordinasi dengan dinas kebudayaan dan pariwisaata agar kegiatan itu nantinya meriah dan sukses. Selain itu saya minta agar perajin ulos perlu ditingkatkan," katanya.Sementara Panitia Hari Ulos Nasional, Enni Martalena, mengatakan ulos telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Menteri Pariwisata dan Kebudayaan pada 17 Oktober 2014.Hari Ulos Nasional tersebut akan digelar 14-16 Oktober 2016 di Lapangan Benteng Medan yang akan diisi dengan berbagai acara seperti seminar, pameran ulos berbagai etnis, fashion ulos, pemilihan duta ulos dan martonon ulos (atraksi menenun ulos). (Ant/y)