Medan (SIB)- Geram warganya dianiaya pihak Imigrasi di Port Klang Malaysia, tiga politisi antara lain anggota DPRDSU Sri Kumala Sirait SE MM, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tanjungbalai Anton King Nasution dan Hendri Manik bersama korban Suparmi (53) dan para saksi mendatangi Konjen Malaysia di Jalan Diponegoro Medan, Senin (9/1). Kedatangan mereka diterima Konsul Jenderal Malaysia Mr Amizal Fadzli Rajali dan Konsul Muda Salminah Binti Jusoh. Dalam pertemuan tersebut, Anton King Nasution, Hendri Manik dan Sri Kumala menyampaikan rasa keberatannya atas perlakuan pihak imigrasi Port Klang Malaysia yang melakukan tindakan penganiayaan terhadap Suparmi (53) warga Danau Sijabut Asahan. Soalnya, kata Anton warganya Suparmi ditampar seorang petugas imigrasi pelabuhan pada Rabu (4/1) sekira pukul 19.30 waktu Malaysia pada saat melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen. Menurut Anton King yang diamini korban, kronologis kejadian pada 5 Januari secara dirinya ingin kembali ke Indonesia bersama keluarganya. Ternyata, sebelum masuk ke dalam feri ada petugas Banpol Malaysia memberitahunya bahwa sedang ada masalah WNI dengan pihak imigrasi yang berujung pada kekerasan.Anton King langsung masuk ke dalam feri mengecek kebenarannya. Dia pun mendengar langsung di kapal ada pembicaraan yang sedang hangat soal penamparan, sampai akhirnya bertemu si korban. Didampingi istrinya, dia kembali turun dari kapal dan mendatangi pihak imigrasi Port Klang Malaysia bersama Suparmi dan para saksi."Saya katakan, saya sebagai wakil rakyat atau parlemen di Indonesia, jangan semena-mena kepada rakyat saya. Ini tidak manusiawi dan harus diusut tuntas. Kalau rakyat Indonesia tidak lengkap dokumen atau melanggar aturan Malaysia silahkan dipulangkan, jangan dipukul atau ditampar apalagi terhadap wanita," tutur Anton King seperti yang disampaikan kepada Kepala Imigrasi Port Klang Malaysia.Tambahnya lagi, sekalipun Kepala Imigrasi Port Klang bernama Nas Syahrihan Bin Hanipah telah meminta maaf, tapi ditegaskannya bahwa masalah ini harus diselesaikan secara hukum, karena sikap petugas imigrasi Port Klang baginya sudah sangat keterlaluan.Konsul Jenderal Malaysia Mr Amizal Fadzli Rajali berjanji akan menyampaikan maklumat secara resmi kepada pihak imigrasi untuk ditindaklanjuti. "Kita pun akan menyampaikan secara resmi kepada pihak Imigrasi sana agar ini ditindaklanjuti. Saya rasa tindakan anda telah benar dan ini akan segera kami tindaklanjuti. Kita pun akan menyampaikan maklumat ini secara resmi kepada pihak omigrasi," kata Amizal.Serupa dengan Anton King, Sri Kumala Sirait menegaskan, pihaknya sangat mengecam keras tindakan penganiayaan yang dilakukan imigrasi Malaysia itu, apalagi terhadap perempuan. Lebih lanjut, Sri Kumala dan Anton King mengatakan, mereka juga akan menyurati KBRI di Malaysia agar lebih memerhatikan nasib WNI sehingga Malaysia tidak semena-mena terhadap rakyat Indonesia. (A22/h)