Medan (SIB) -Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hasyim, SE memperjuangkan BPJS Kesehatan tiga penderita lumpuh layu di Kelurahan Pekan Labuhan, Medan Labuhan. Begitu mendengar kabar ada tiga sekeluarga menderita lumpuh layu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan ini langsung mendatangi kediaman Binsar Tampubolon/Rasmina Pitaria br Sinaga di kediamannya di pinggir rel kereta api Pekan Labuhan, Rabu (1/3).Dia didampingi staf fraksi Ir Waldemar Sihombing, Staf Anggota DPRD Medan Hasan (mewakili Hj Ummi Kalsum, SH) dan Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Medan Labuhan Juliana Sitompul. Di kediaman itu Hasyim melihat ketiga penderita lumpuh layu yakni Erwin Tampubolon (27), Embron Tampubolon (21) dan Ebit Tampubolon (16). Melihat kondisi itu Hasyim sangat iba dan menyesalkan Pemko Medan terutama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial tidak merespon kasus ini."Pertama yang saya sesalkan adalah pemerintahan tingkat bawah yakni kepling dan lurah. Seharusnya ada laporan mereka ke camat yang diteruskan ke Dinas Kesehatan dan Sosial. Kalau memang Pemko perduli, kenapa sudah begitu lama ada kasus ini belum ada juga pertolongan dari Pemko, apalagi tidak satupun keluarga ini memiliki BPJS," ucap Hasyim kepada wartawan.Anggota Dewan dari Dapil Medan 1 ini mempertanyakan apa sebenarnya program Medan Rumah Kita. Karena melihat kondisi tiga anak Binsar Tampubolon tersebut warga Kota Medan bisa pesimis melihat pemerintah. "Jangankan rakyat mau sejahtera, mau sehat sajapun rakyat susah. Apa kerjaan Kepling dan lurah kok warga yang lumpuh layu tidak terpantau," ungkapnya kesal.Melalui Hasan, staf Anggota DPRD Medan Fraksi PDIP, Binsar Tampubolon diminta mempersiapkan KTP dan Kartu Keluarga agar BPJS semua anggota keluarga ini diurus. Mereka akan mendapat BPJS warga kurang mampu yang semua pembiayaannya ditanggung oleh Pemko karena sudah dianggarkan di APBD setiap tahun anggaran."Ketiga anak kami, Erwin, Embron dan Ebit harus tetap semangat menjalani hidup ini, karena ini adalah anugerah Tuhan, karena kita tidak tahu apa rencanaNya di balik semua ini dan pasti rencana Tuhan itu indah. Tetaplah semangat dan PDI Perjuangan akan memperjuangkan hak-hak kamu yang sudah disediakan oleh negara," tuturnya.Rasmina br Sinaga mengucapkan terima kasih kepada Harian SIB sehingga kondisi ketiga putranya mendapat perhatian khlayak banyak. Setelah pemberitaan itu pihak kelurahan ada yang datang meminta KTP dan KK keluarga itu dan memfoto ketiga penderita. Dari lima anaknya, anak nomor dua dan tiga: Jeremia Tampubolon dan Enny Natalia br Tampubolon yang fisiknya normal, Jeremia sudah menikah dan Enny masih kuliah.Penderitaan mereka makin lengkap ketika kepala rumah tangga keluarga ini Binsar Tampubolon menderita lumpuh akibat terjepit rel kereta api dan harus pensiun dini dari PT KAI. Akhirnya Rasmina Sinaga yang harus banting tulang menghidupi seluruh anggota rumah tangganya dengan menjahit. (A10/c)