Medan (SIB)- Parasit toksoplasma gondii berasal dari tuan defenitif hewan pengerat seperti tikus dan hewan peliharaan anjing, kucing dan burung. Parasit ini ditularkan hewan-hewan ini melalui air liur dan kotoran. Parasit tersebut juga bisa ditularkan kepada manusia ketika mengonsumsi makanan setengah matang dan sayuran yang tidak dicuci bersih.Dr dr Binarwan Halim MKed (OG) SpOG (K) FICS (OBGYN) mengatakan kasus ibu hamil terinfeksi toksoplasma dan bayinya terlahir cacat di Sumut hanya 10 persen. Selama ini tidak ada peningkatan, bahkan cenderung menurun karena kesadaran masyarakat telah meningkat untuk memeriksakan kesehatan sebelum hamil."Kasusnya memang tidak banyak. Namun cukup membuat gempar dan menghebohkan masyarakat. Ini seperti momok karena hidrosefalus dianggap mengerikan," kata Binarwan Halim kepada wartawan di Medan, Rabu (15/3).Menurut Binarwan, 50 hingga 80 persen parasit toksoplasma bisa menyebabkan kecacatan pada bayi di dalam kandungan. Namun, 50 persen lainnya juga ditemukan tidak berdampak pada bayi, tetapi pada organ tubuh lain."Parasit toksoplasma gondii termasuk salah satu parasit berbahaya. Parasit ini dapat menyebabkan kecacatan sistem saraf pada bayi hingga 80 persen jika menyerang ibu hamil," jelasnya. Lebih berbahaya lagi, bahkan pada beberapa kasus ada bayi yang meninggal ketika masih di dalam kandungan karena penumpukan cairan di dalam otak (hidrosefalus).Gejalanya menyerang seluruh tubuh diawali dengan demam kemudian muncul benjolan di sekitar leher seperti kelenjar getah bening. Sesudah menimbulkan gejala dan berada di dalam tubuh, parasit ini akan tidur dan diam (dormain).Ketika hamil, daya tahan tubuh lemah, parasit ini bisa aktif kembali lalu menyerang tali plasenta ibu dan masuk ke janin dan menginfeksi kemudian merusak sistem saraf. Kondisi ini menyebabkan hidrosefalus. Bahkan menyebabkan kematian pada beberapa janin.Oleh sebab itu, ibu hamil dihimbau mewaspadai parasit toksoplasma gondii dan menyarankan memeriksa kehamilan sejak dini agar bayi terhindar dari kecacatan. Pemeriksaan toksoplasma ditargetkan pada orang yang dekat dengan hewan peliharaan, yang suka memakan makanan tidak matang dan sayur yang tidak dicuci bersih.Sebagai upaya antisipasi sebaiknya lakukan pemeriksaan di awal kehamilan atau bahkan sebelum menjalani program hamil. Misalnya dengan pemeriksaan Serologi Toksoplasma IgM dan IgG. Jika terdeteksi IgM nya positif, maka tokspolasma aktif di tubuh si ibu. "Jika masih tahap awal sebaiknya tidak hamil dulu atau jika sudah hamil bisa lakukan pemeriksaan. Paling ekstrem bisa keguguran," terangnya.Cara lain yang bisa dilakukan dengan memakan obat sampai anaknya lahir. Obatnya aman untuk kehamilan. Jika parasit belum merusak, makan obat ini akan ampuh. "Namun jika parasit sudah merusak, obat ini hanya mampu membunuh parasit dan tidak menyembuhkan cacat saraf pada janin," tutupnya. (A18/l)