Medan (SIB)- Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumut, Rabu (26/4) merayakan Paskah di Convetion Hall Mutiara Suara Nafiri Jalan Wahid Hasyim Medan. Hadir dalam perayaan itu, Kepala Dinas Kependudukan Pengendalian Keluarga Berencana Provsu dr Ria N Talambanua MKes mewakili Gubsu HT Erry Nuradi, Pdt S Sianipar MTh, Ketua BKOW Sumut Kemalawati AE SH, Sekretaris BKOW Sumut Hj Risnawati Siregar dan pengurus BKOW Sumut lainnya.Dalam sambutannya Ketua BKOW Sumut menyampaikan, perayaan Paskah itu merupakan pertemuan awal BKOW Sumut. "Acara ini bukan merupakan acara nasrani saja, tapi acara untuk BKOW Sumut. Tidak ada perbedaan di BKOW dalam setiap acara kegiatan keagamaan. Jadi kita dalam acara nasional Paskah ini hadir semua. Paskah adalah kesejahteraan kaum umat Kristiani," ujarnya.Dia mengatakan, melalui perayaan Paskah diharapkan BKOW selalu memberi motivasi kepada seluruh organisasi perempuan Sumut lainnya, agar berkarya dan berbuat untuk perbaikan moral dan kesejahteraan keluarganya. "Perbedaan tidak membuat kita menjadi pecah, karena kita tinggal di bumi Indonesia dan di bumi Pancasila yang menjunjung tinggi hak-hak kita sebagai manusia, karena negara kita adalah negara demokrasi dan berdasarkan Pancasila. Jika terjadi pengkotak-kotakan maka akan terjadi perpecahan dan itu tidak akan kami lakukan di BKOW, karena kami ingin perbedaan itu menjadi kekuatan dan menjadi satu untuk menjadi besar," katanya.Dia mengatakan, saat ini masih banyak kaum perempuan yang hidup di garis kemiskinan membutuhkan uluran tangan dari BKOW Sumut. "Kapan itu kita lakukan? Tentu sekarang ini. Pada waktu acara keagamaan kita mulai merubah mental dan moral manusia itu sendiri. Melalui acara-acara keagamaan kita berupaya membangun perekonomian kaum perempuan agar bisa hidup dengan layak," ujarnya.Sedangkan Kepala Dinas Kependudukan Pengendalian Keluarga Berencana Provsu dr Ria sekaligus mewakili Gubsu HT Erry Nuradi menyampaikan, kalau Gubsu sangat menyambut baik perayaan Paskah yang dilakukan BKOW Sumut. Sebab perayaan Paskah tersebut sangat bermanfaat dan positif dalam membina mental kaum perempuan, khususnya umat Kristiani di BKOW Sumut.Dia menyampaikan, peristiwa Paskah atau kebangkitan Yesus dari kematian-Nya pada hari ketiga, merupakan satu muzijat dan menggenapi janji Allah yang telah disampaikan sebelumnya. Kebangkitan Yesus Kristus adalah dasar fundamental dan pendorong utama bagi umat Kristiani untuk mempertebal semangat dalam mendekatkan diri kepada-Nya. "Bagi umat Kristen, Paskah merupakan satu hari yang berbahagia, karena Paskah membawa petunjuk bahwa kehidupan manusia tidak berakhir kepada kematian, akan tetapi masih ada lagi kehidupan baru, yaitu kebangkitan menuju kehidupan yang kekal," katanya.Sementara Pdt S Sianipar MTh dalam khotbahnya menyampaikan seorang ibu yang baik harus memahami suaminya. Sebab itu yang dirindukan Tuhan, dimana pasangan suami-istri itu menjadi alat yang besar dalam memberikan contoh perilaku yang baik kepada anak-anaknya dan juga masyarakat sekitar. "Memang naluri keibuan lebih tajam dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak. Setelah Yesus bangkit di hari ketiga dari kuburnya, yang pertama memberikan respon yang baik adalah ibu-ibu. Maria Makdalena bersama ibu-ibu yang lain mereka yang pergi ke kubur. Itu membuktikan kalau naluri seorang ibu itu tidak tergoyahkan oleh apapun," paparnya.Dia menyampaikan, seorang ibu yang tangguh harus punya pola pikir, bahwa Allah ku lebih besar dari semua persoalan. "Kalau kita sudah kecut bila ada persoalan, maka kita sedang membuat Allah yang kita sembah itu menjadi kecil. Untuk itu, setiap persoalan datang harus kita katakan, Allah ku di dalam nama Yesus lebih besar dari persoalan ini. Jadi orang-orang yang beriman kuat kepada Yesus, tidak menjadi orang yang lemah. Memang sering sekali kita tenggelam setiap ada persoalan. Jika kita ingin mampu berjalan menghadapi persoalan itu dan menghadapinya, maka kita harus mengandalkan Tuhan sehingga mampu berdiri teguh dan kokoh," ujarnya seraya berharap kepada semua umat Kristen di BKOW Sumut, supaya beriman lebih kuat dalam menghadapi segala persoalan, sehingga menjadi selamat menuju hidup kekal yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus Kristus.Acara ini diakhiri dengan hiburan dan makan bersama. (A11/q)