Medan (SIB)- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sumatera Utara menggelar pelatihan pemanfaatan Aplikasi Dev-Info bagi perwakilan BKKBN kabupaten/kota mulai Senin (12/6) sampai Jumat (16/6) di Medan. Kepala Bidang Litbang perwakilan BKKBN Sumut T Lafalinda mengatakan, latar belakang pelatihan itu adalah Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 yang memberi amanat pada BKKBN sebagai pembantu pemerintah non-Kementerian, untuk menangani pengendalian penduduk, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. "Salah satu tugas BKKBN adalah menyediakan data dan parameter kependudukan. Namun, data dan parameter itu tidak hanya memotret situasi dan kondisi kependudukan secara nasional. Tetapi juga pada skala kabupaten/kota, kecamatan bahkan ke pelosok hingga wilayah terpencil, " jelas Lafalinda.Dijelaskannya, tujuan pelatihan tersebut untuk meningkatkan ketepatan kabupaten/kota, dalam menetapkan sasaran penggarapan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga di tingkat provinsi hingga tingkat kabupaten/kota. Dengan begitu, program dapat berhasil hingga ke tingkat desa. "Data yang ada akan memudahkan para pengambil keputusan dan pengambil kebijakan, dalam mengambil tindakan," katanya.Materi pelatihan yakni perkembangan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. Selanjutnya implikasi masalah kependudukan terhadap pembangunan, evaluasi penanganan keluarga tahun 2015, pengantar aplikasi Dev-Info, pemanfaatan sumber data, teknis penggunaan aplikasi Dev-Info, praktik penggunaan aplikasi Dev-Info dan penyajian hasil aplikasi Dev-Info. "Total belajar pada pelatihan ini 40 jam dengan 1 angkatan saja. Untuk metode yakni ceramah, tanya-jawab, dengar pendapat, diskusi dan praktik."Sementara Sekretaris BKKBN Perwakilan Sumut Dra Rabiatun Adawiyah MPHR mengatakan, banyak instansi yang memakai Dev-Info disesuaikan pada kepentingan program masing-masing. Kalau di BKKBN, dapat dipakai untuk program-program yang berkaitan dengan kependudukan. Dengan menggunakan apkikasi Dev-Info, diketahui apa kebutuhan program satu daerah."Dari Dev-Indo ini, kita ketahui suatu daerah itu butuh apa. Kalau ASFR-nya tinggi, berarti program Genre yang harus kita fokuskan. Namun kalau TFR-nya yang tinggi, berarti program pelayanan KB dengan MKJP-nya yang harus kita tuntaskan. Itu kita ketahui dari data-data yang kita masukkan ke Dev-Info," jelas Rabiatun. (A-05/q)