Medan (SIB)- Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) Medan gelombang kedua, Rabu (12/7) diikuti 7.309 orang memperebutkan 1.114 kursi yang tersedia pada 11 Prodi D3 reguler, 5 Prodi D3 kelas khusus dan 6 Prodi sarjana terapan Polmed. Direktur Polmed M Syahruddin ST MT disela peninjauan didampingi Wadir I Nursiah SE MSi, Wadir II Abdul Rahman SE MSi, Wadir III Nisfan Bahri Lubis ST MT dan Kabag Umum Zakaria Pane mengatakan, peserta ujian gelombang kedua mengalami peningkatan dibanding gelombang pertama, gelombang pertama hanya 5.342 orang. Peningkatan ini tidak terlepas dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi Polmed. Ini juga menunjukkan bahwa masyarakat telah memahami dan percaya pada pendidikan vokasi selain pendidikan akademik. Polmed sebagai perguruan tinggi vokasi senantiasa terus meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusannya. Melakukan pengembangan kurikulum sesuai kebutuhan industri serta pengembangan Prodi yang sesuai dengan permintaan pasar. Juga dibentuk lembaga sertifikasi profesi (LSP) dan karier and Development Center (CDC), katanya. Polmed juga mendorong perbaikan kualitas SDM baik administrasi maupun dosen. Juga melakukan kerjasama dengan Pemda serta industri dan lembaga baik dalam negeri maupun luar negeri, yaitu PT PLN dan lainnya. Sehingga nanti lulusan Polmed tidak hanya diberikan ijazah tetapi juga sertifikasi kompetensi. Hal ini untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas para lulusan Polmed agar mampu bersaing di pasar kerja dan mendukung pertumbuhan pada kawasan ekonomi khusus (KEK), dan menjawab tantangan persaingan era masyarakat ekonomi Asean. Ini sejalan dengan harapan Kemenristekdikti yang menekankan pendidikan tinggi harus memerankan diri sebagai Agen of Economic Development disamping Agen of Education dan Agent of Research and Development, kata Syahruddin. Lebih lanjut dikatakan Syahruddin, Polmed juga melakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru kelas kerjasama dengan PLN, GMF Aero Asia dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumut. Ketua panitia UMPN Nursiah SE MSI mengatakan, secara umum ujian berjalan aman dan lancar. Hasil ujian akan diumumkan 18 Juli 2017. Mahasiswa yang diterima akan mengikuti pembinaan mental fisik, dan disiplin di Rindam Bukit Barisan I Siantar. (A01/l)