Medan (SIB)- Konsul Jenderal (Konjen) Malaysia di Medan, Amizal Fadzli Rajali meminta peristiwa kasus bendera Indonesia yang dibuat terbalik dalam buku Sea Games 2017 di Malaysia, jangan dijadikan sebagai perusak hubungan yang sudah terjalin baik antara kedua negara."Jangan sampai ini menjadi penyebab rusaknya hubungan kedua negara yang sudah terjalin selama 60 tahunan lebih. Saya memahami perasaan masyarakat dan menghargai sikap demonstrasi berlandaskan Undang-Undang Indonesia," kata Amizal saat menerima kunjungan anggota DPD RI Parlindungan Purba di Konsulat Jenderal Malaysia Jalan Diponegoro, Kamis (24/8). Namun tidak dijelaskan maksud kunjungan yang dilakukan Parlindungan Purba itu.Ia mengatakan, pihaknya sudah meminta maaf dan buku baru panduan SEA Games dengan posisi bendera yang benar sudah dikeluarkan. Namun, masih diselidiki penyebab pasti kenapa insiden tersebut bisa terjadi. "Saya harap masyarakat dapat menerima permintaan maaf dan penjelasan Malaysia. Kita bisa menjernihkan pikiran lagi seusai kasus ini. Kehadiran DPD ini sebagai simbol hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia," terangnya.Sementara itu, Parlindungan Purba mengaku cukup kecewa atas peristiwa tersebut. Namun, ia meminta masyarakat menjadikan hal ini pelajaran karena merupakan human error dan tidak ada maksud lain. Menurutnya, persahabatan dalam olahraga bisa mengatasi permasalahan antara keduanya ke depannya. "Saya sampaikan rasa kekecewaan dan penyesalan. Saya hargai Presiden RI untuk tidak membesarkan masalah ini dan Malaysia pun sudah mengambil tindakan mencabut buku tersebut," ucapnya.Dia berharap, semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama untuk hubungan Malaysia dan Indonesia ke depannya. "Mudah-mudahan ke depannya tidak terjadi lagi. Kita jaga hubungan baik Indonesia-Malaysia terutama di Sumut. Selama ini sudah cukup baik, khususnya di semenanjung," ungkapnya. (A17/h)