Medan (SIB) -Warga Kota Medan dari berbagai kalangan mengeluhkan kondisi Jalan Dr Mansyur mulai sepanjang depan kampus USU hingga simpang Setiabudi, karena kondisi kian macet . Barisan armada dagangan musiman pun menyemak dan memersempit jalur dan arus lintasan setiap harinya."Lajur parkir di sepanjang Jalan Dr Mansyur ini kan sifatnya untuk parkir sesaat bagi kendaraan yang melintas reguler, apakah itu armada angkutan kota atau mobil-mobil pribadi yang hanya berhenti untuk kebutuhan tertentu, bukan untuk parkir permanen selama 24 jam bagi para pedagang musiman yang menggunakan mobil untuk berjualan," ujar salah satu warga M Pane yang rutin melintasi jalan itu kepada SIB, baru-baru ini. Parahnya lagi lanjut Pane, para pedagang di lajur-lajur parkir itu malah memajang plang merek produknya hingga memakan sebagian badan jalan sehingga rawan tersenggol atau tertabrak kenderaan yang melintas. Pemko Medan harus menelusuri hal ini, kalau kendaraan milik para pedagang itu harusnya dikategorikan parkir sembarangan karena tidak ada rambu parkir di lokasi itu. Kalau perlu tiru Pemko DKI Jakarta, angkut derek semua kendaraan yang parkir sembarangan itu," ucap Tulus Sitompul, seorang PNS.Selain macat yang diperparah menyemaknya armada dagangan musiman yang sewaktu-waktu bisa beranjak dengan dalih baru parkir ketika ada razia Satpol PP, kondisi Jalan Dr Mansyur saat ini juga kian semraut karena sedang terjadi rambahan lumpur-lumpur parit akibat penggalian parit untuk perbaikan drainase.Keluhan warga juga bertambah karena sering mobil non-pedagang yang sedang parkir menjadi sasaran razia, karena mayoritas pedagang musiman atau dadakan itu, menggunakan mobil pribadi (plat hitam) yang mengangkut dan menjajakan berbagai jenis produk dagangan seperti es krim, roti dan kue-kue basah, pakaian, dan sebagainya.Sementara para pedagang yang menggunakan gerobak dorong manual, dinilai mengganggu karena harus merangsek ke gang-gang kompleks pemukiman, kampus bahkan ke depan kantor-kantor sekitar, bila terjadi aksi main alip atau kucing-kucingan dengan pasukan Satpol PP setiap kali razia. (A04/c)