Medan (SIB) -Reuni 25 tahun Alumni Fakultas Hukum (FH) Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 1992 tidak hanya menjadi ajang lepas kangen. Peringatan reuni perak dirangkai dengan seminar hukum dan deklarasi pendirian koperasi.Ketua Alumni FH USU 1992, Hasrul Benny Harahap di Medan, Sabtu lalu menjelaskan, kegiatan seminar itu merupakan upaya para alumni FH USU angkatan 1992 menyumbangkan pemikiran dalam pembenahan hukum di tanah air.Seminar yang digelar di Aula Peradilan Semu FH USU itu dihadiri ratusan alumni dan mahasiswa. Para pematerinya merupakan alumni angkatan 1992 yang kini berkiprah di berbagai bidang hukum diantaranya; Novita Riama (Hakim Pengadilan Negeri Denpasar), Wahyudi (Kepala Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur), Jannes Silitonga (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia), Muhammad Fauzi (Badan Ekonomi Kreatif) dan M Siregar (dosen FH USU)."Pembenahan hukum masih harus terus dilakukan, khususnya terkait substansi, struktur dan budaya hukum dalam berbagai aspek pembangunan hukum nasional'" kata Benny yang dikenal sebagai advokad itu. Selain seminar, reuni juga mendeklarasikan berdirinya koperasi alumni. "Koperasi ini menjadi wadah pengembangan ekonomi para alumni dan keluarganya yang membutuhkan modal usaha dan santunan" ujarnya. Sementara itu, Ketua Panitia Reuni Perak Alumni FH USU 1992 Ahmad Johari Damanik mengatakan, tema reuni perak ini adalah "Berkawan Sepanjang Zaman, Bersahabat Tanpa Sekat". Selain seminar, reuni juga diisi wisata ke Istana Maimon dan temu ramah di Hotel Grand Mercure Medan pada Sabtu (28/10) malam. Pada malam temu ramah, panitia memberikan santunan kepada keluarga alumni yang telah meninggal dunia, pemutaran video yang merekam kenangan di masa perkuliahan hingga bagi-bagi door prize. Sementara Dekan FH USU Prof Dr Budiman Ginting SH Mhum menyambut baik serangkaian kegiatan yang digelar reuni alumni FH USU 1992 tersebut. "Ini merupakan bagian dari kontribusi alumni FH USU 1992 memajukan kampus," katanya. Apalagi, saat ini, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) memberikan akreditasi A (unggul) kepada FH USU. Pada tahun 2019 predikat itu akan dievaluasi ulang. Terkait hal itu diperlukan kerjasama seluruh sivitas akademika termasuk para alumni FH USU yang tersebar di berbagai bidang agar dapat mempertahankan akreditasi tersebut, katanya. (rel/A01/l)