Medan (SIB) -Survei harga produsen gabah selama Agustus 2017 dilakukan di 13 kabupaten di Sumatera Utara terhadap 89 observasi. Berdasarkan komposisinya, jumlah observasi harga gabah masih didominasi Gabah Kering Panen (GKP). Kepala BPS Sumut Syeh Suhaimi mengatakan, GKP sebanyak obervasi (64,04 %), diikuti Gabah Kualitas Rendah sebanyak 25 observasi (28,09%), dan urutan ketiga adalah Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 7 observasi (7,87%)."Kalau di tingkat petani pada Agustus 2017, harga tertinggi senilai Rp5.400, per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Ciherang di Kabupaten Labuhanbatu dan Batubara," ujar Suhaimi kepada wartawan, Kamis (7/9). Sedangkan harga terendah senilai Rp3.600 per kg berasal dari Gabah Kualitas Rendah varietas GO dan IR-64 di Kabupaten Langkat.Sementara di tingkat penggilingan Agustus 2017 katanya, harga tertinggi senilai Rp5.470 per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Ciherang di Kabupaten Batubara. Sedangkan harga terendah senilai Rp3.640 per kg berasal dari Gabah kualitas Rendah varietas GO dan IR-64 di Kabupaten Langkat. "Selama Agustus 2017, rata-rata harga gabah kualitas GKG di tingkat petani senilai Rp5.379 per kg dan di tingkat penggilingan senilai Rp5.440 per kg. Rata-rata harga gabah kualitas GKP di tingkat petani senilai Rp4.256 per kg dan di tingkat penggilingan senilai Rp4.307 per kg," ujarnya.Disebutnya, rata-rata harga gabah kualitas rendah di tingkat petani senilai Rp4.084 per kg dan di tingkat penggilingan senilai Rp4.149 per kg. Sementara rata-rata Kadar Air (KA) dan Kadar Hampa/Kotoran (KH) gabah kualitas GKG masing-masing tercatat 12,49 % dan 2,24 %, rata-rata KA dan KH gabah kualitas GKP masing-masing tercatat 19,16 % dan 4,90%, rata-rata KA dan KH gabah kualitas rendah masing-masing tercatat 27,92% dan 5,68%. (A2/f)