Medan (SIB) -Jumlah kasus kebakaran sepanjang tahun 2017 turun drastis dibandingkan tahun 2016. Tercatat ada 179 peristiwa kebakaran di tahun 2017 dengan total kerugian Rp41,2 M dan korban meninggal dunia 6 orang serta luka-luka 14 orang.Sedangkan tahun sebelumnya tercatat ada 246 peristiwa kebakaran dengan total kerugian mendekati Rp1 T yakni mencapai Rp898,4 M dengan korban meninggal dunia 12 orang serta luka-luka 17 orang.Kadis P2K (Pencegah Pemadam Kebakaran) Pemko Medan Drs Marihot Tampubolon kepada SIB, Rabu (3/1) menyebut turunnya kasus kebakaran yang diikuti penurunan korban jiwa maupun kerugian materil banyak dipengaruhi berkurangnya kasus pemadaman listrik sepanjang tahun 2017."Memang di tahun 2017 pemadaman listrik jauh berkurang dibandingkan tahun 2016, Sebab, peristiwa kebakaran penyebab utamanya itu adalah terjadinya hubungan pendek arus listrik atau korsleting. Pemadaman listrik yang berulangkali membuat peralatan elektronik rentan rusak dan mengakibatkan korsleting," kata Marihot Tampubolon.Disebutnya dari 197 peristiwa kebakaran 2017 penyebab terbesarnya adalah akibat korsleting arus listrik yakni sebanyak 119 kali. Kemudian penyebab kedua adalah ledakan kompor gas sebanyak 14 kali dan lainnya seperti rokok, obat nyamuk, BBM (Bahan Bakar Minyak) dan lainnya.Sebelumnya di tahun 2016, dari 246 peristiwa kebakaran sebanyak 147 kali diakibatkan arus listrik.Sementara itu peristiwa kebakaran sepanjang 2017 paling banyak terjadi di Bulan November mencapai 26 kali tanpa ada korban manusia.Kemudian Juli terjadi 24 kali kebakaran tanpa korban jiwa meninggal dunia dan hanya luka-luka 1 orang. Menyusul di Oktober terjadi 18 kali kebakaran, juga di Juni terjadi 18 kali kebakaran.Korban jiwa meninggal dunia terjadi pada peristiwa kebakaran April ada 4 orang, di Bulan Mei 1 orang meninggal dunia dan di Bulan Oktober 1 orang meninggal dunia.Sedangkan yang terendah pada September yang hanya terjadi 7 kali peristiwa kebakaran tanpa korban jiwa manusia. Kadis P2K berharap peristiwa kebakaran di tahun 2018 bisa semakin ditekan dengan semakin menggencarkan sosialisasi waspada kebakaran dan membangun kesadaran untuk menjaga peralatan elektronik, jaringan listrik serta kompor gas di rumahnya masing-masing.Juga menumbuhkan kesadaran bagi warga untuk menyediakan racun api di rumahnya masing-masing termasuk di kantor-kantor swasta maupun gedung lainnya.Dinas P2K juga memrogramkan sosialisasi pencegahan dan pemadaman kebakaran ke sekolah-sekolah agar secara dini menanamkan kesadaran kewaspadaan terjadinya kebakaran kepada kalangan pelajar, Juga terbuka menerima undangan dari instansi pemerintah maupun swasta untuk melakukan sosialisasi termasuk peragaan memadamkan api secara dini. (R18/h)