Medan (SIB)- Warga Kota Medan khususnya para pegiat olahraga dan anggota komunitas seni, pecinta alam dan lainnya, yang kerap beraktifitas di Lapangan Merdeka, kecewa melihat kondisi taman dan lapangan.Sebanyak 21 tiang lampu hias permanen yang diperkirakan setiap unitnya berbiaya Rp10 juta dan didirikan November 2017 menjadi bahan perbincangan. Soalnya keberadaan lampu hias ini terkesan mubazir karena di lokasi sudah sangat terang dengan adanya lampu suar.Apalagi pondasi tiang lampu hias terkesan asal jadi dan mubazir. Sebagian dasarnya dicor dan dikeramik, sedangkan sebagian lagi tidak dikeramik. Bahkan ada yang sampai saat ini masih dibaluti papan dan triplek untuk mal pengecoran."Kita sangat kecewa sekaligus malu dengan kondisi Lapangan Merdeka ini. Kok bisa dibiarkan ada proyek lampu hias yang dibuat asal jadi. Padahal gak perlu lagi lampu hias di sini. Sayang dananya seharusnya bisa dipakai untuk membenahi peralatan olahraga yang rata-rata sudah rusak," kata Herald Tambunan didampingi Zaniafoh Saragih, Tan Tin, Awie dan sejumlah pegiat jalan sehat di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (1/2).Mereka memertanyakan mengapa Lapangan Merdeka yang menjadi salah satu ikon kota dan menjadi lokasi tujuan kunjungan wisatawan dibiarkan tak terurus."Sudah bertahun fasilitas di lapangan ini banyak rusak tapi tak kunjung dibereskan. Kesannya memang dibuat asal jadi agar setiap tahun ada anggaran untuk mengganti dan merehab," kata Zaniafoh.Selain itu, sejak November 2017 di sepanjang lintasan Lapangan Merdeka disediakan puluhan tempat pembuangan sampah dengan berbagai ukuran dan jenis. Namun tong dan bak sampah justru menjadi persoalan baru karena sering menjadi sumber bau tak sedap karena sampah dibiarkan menumpuk beberapa hari.Begitu juga fasilitas olahraga dan wahana untuk bermain anak-anak di sekitar taman, hampir seluruhnya tak berfungsi. Pada hari Sabtu dan Minggu serta hari-hari libur para orangtua yang membawa anaknya untuk berrekreasi di kawasan Taman Lapangan Merdeka sangat kecewa dengan kondisi tersebut.Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution kepada SIB, menyebut pihaknya telah memerintahkan Kadis Kebersihan dan Pertamanan untuk memberikan perawatan dan memaksimalkan fasilitas yang ada di kawasan taman dan Lapangan Merdeka."Ini harus menjadi perhatian serius kita, apalagi Lapangan Merdeka itu salah satu ikon Kota Medan," tegasnya.Dinas Kebersihan dan Pertamanan disebutkan seharusnya bisa bekerja lebih optimal lagi karena saat ini dinas ini hanya mengurus taman dan lampu-lampu jalan menyusul telah diserahkannya pengelolaan sampah ke kecamatan dan kelurahan.Sementara itu Kadis Kebersihan dan Pertamanan M Husni sebelumnya kepada SIB telah berulangkali menyatakan akan segera mengganti seluruh fasilitas pendukung kebugaran di Lapangan Merdeka yang telah rusak. Ia juga mengaku Lapangan Merdeka sebagai salah satu ikon kota yang setiap hari didatangi banyak orang untuk berolahraga pagi hingga malam maupun yang sekadar berekreasi.Sedangkan Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Zul F Ahmad kepada SIB, Jumat (2/2) menyebut pembangunan lampu hias di Lapangan Merdeka dan pengadaan fasilitas olah kebugaran serta wahana bermain di taman sudah sesuai ketentuan.Lampu hias dibuat agar kondisi Lapangan Merdeka semakin terang benderang dan membuat kenyamanan pengunjung khususnya di malam hari.Namun Kadis dan Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan tidak bersedia menyebutkan berapa anggaran pengadaan lampu hias termasuk pembangunan fasilitas olah kebugaran dan wahana bermain keluarga yang sudah rata-rata tak berfungsi karena rusak. (R18/f)