Medan(SIB) Pengamat ekonomi Muhammad Ishak menilai, kedua Paslon (pasangan calon) Gubsu 2018 mempunyai peluang berimbang dalam pesta demokrasi yang akan digelar Juni 2018. Hanya saja kedua Paslon mempunyai gaya tidak sama. "Satu TNI dan satu sipil juga mantan kepala daerah. Kelebihannya mereka mempunyai wakilnya sama-sama pelaku ekonomi," ujar M Ishak kepada SIB, Rabu sore (21/2). Ia menyebutkan, untuk memajukan perekonomian di Sumut tidak bisa dengan sistim komando atau dikomandoi. Tidak ada bisnis yang sukses dari orang-orang yang menggunakan sistim komando. "Saya lebih cenderung memilih pasangan Djarot yang wakil- nya pelaku ekonomi," tegas dosen di Unimed. Menurutnya, siapa pun yang terpilih menjadi Gubsu harus membangun Sumut dengan menonjolkan potensi kearifan lokal. Banyak potensi di daerah ini belum tergali untuk dikembangkan. Pilgub Sumut tahun 2018, ungkapnya, bakal seru, karena hanya dua Paslon dan tidak ada dua putaran. Diharapkan Pilgub di Sumut berjalan damai. "Warga Sumut memilih Paslon yang sungguh-sungguh mau membangun di Sumut," ucapnya. (A2/l)