Medan (SIB) -Calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pembangunan pasar rakyat sebaiknya menggunakan dana pemerintah, bukan dana pihak ketiga.
Hal itu dikatakan Paslon Cagubsu nomor urut 2 saat mengunjungi Pasar Peringgan Medan, Selasa (22/5). "Agar tidak memberatkan pedagang," kata dia. Dalam pengelolaannya, sebut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, para pedagang tetap membayar retribusi dengan biaya murah.
"Tapi tidak gratis. Harus tetap membayar retribusi dengan biaya murah," ucap dia. Kemudian, kata Cagubsu yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu, pemerintah harus melakukan pendataan terhadap pedagang.
Jangan sampai, sambungnya, ada diantara pedagang memonopoli dan memperjual belikan kios atau menyewa-nyewakannya untuk kepentingan pribadi. "Maka dari itu, harus ada batasan.
Bukan apa-apa, ada itu justru jual beli kios dan menyewa-nyewakan," sebut mantan Wali Kota Blitar ini. Soal rencana pembangunannya, sambung Djarot, akan dilakukan dengan sistem KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha). Pemerintah provinsi akan membangun pasar, role model, menjadi percontohan. Pasar yang tidak jorok, tidak bau karena buang sampah sembarangan. Calon gubernur yang berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur Sihar Sitorus ini mengatakan, dia sudah berkunjung ke banyak pasar di Sumatera Utara. Ia prihatin apalagi kalau hujan, kondisi pasar selalu becek.
"Maka dari itu, kita akan membangun pasar percontohan. Sehingga, pasar tidak hanya menjadi pertemuan penjual dengan pembeli tapi juga wisatawan," ungkapnya. Djarot mengatakan, jika pasar masih sepi pembeli, maka pedagang akan diberikan Kartu Sumut Keluarga Sejahtera (KSKS). Dengan begitu, biaya retribusi nanti biar ditanggung pemerintah untuk dua tahun pertama atau lebih.
"Makanya kita lihat nanti," ujarnya lagi. Membangun sumber daya manusia (SDM), lanjut Djarot, pemerintah ibarat pepatah 'jangan memberi ikan melainkan pancingnya'. "Pancingnya apa? Ya, modal dengan beban bunga murah, dibangun pasar bagus dengan retribusi murah," ucapnya.
Seorang pedagang ayam di Pasar Peringgan, P Siahaan sangat menginginkan Djarot Saiful Hidayat menjadi Gubsu mendatang. "Kalau Pak Djarot jadi gubernur, saya yakin pasar ini bisa diubah jadi lebih baik. Kita sudah lihat sepak terjangnya," katanya.
Sementara Linda, perwakilan pengurus pedagang Pasar Peringgan mengungkapkan bahwa pedagang sudah resah dengan pemerintah kota saat ini. "Sudah empat kali ganti wali kota, pasar ini tidak pernah dibenahi. Sampai kita terkenal sering demo. Kami berharap kehadiran Pak Djarot ke Sumut bisa mengubah pasar ini menjadi lebih baik," katanya. (A18/h)