Jakarta (SIB)- Kepolisian akan menempatkan personelnya di dalam gerbong kereta api dan kapal laut. Polisi bersenjata itu akan mengamankan pemudik dari kejahatan. "Kami siapkan semua pengamanan baik itu di darat dalam bentuk pengamanan jalan, kemudian di kereta api juga ada anggota Pam Obvit dan Brimob di sana," kata Kabag Pensat Divisi Humas Polri, Kombes Yusri Yunus di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (8/6). Yusri menjelaskan pihaknya berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut dan PT Pelni untuk pengamanan di dalam kapal laut. "Kemudian dengan transportasi laut, kami koordinasi dengan Pelni. Kami sudah siapkan pengamanan di sana. Brimob sudah kami siapkan semuanya. Kami koordinasi dengan AL dan Pelni," ujar Yusri. Mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini menerangkan personel Polri yang disiagakan di dalam gerbong kereta dan kapal laut telah dibekali senjata api. "Semua lengkap bersenjata, baik pakaian dinas maupun preman. Untuk mengantisipasi adanya copet, perampokan, pencurian," ujar dia. POS PENGAMANAN Polri mendirikan 3.097 pos pengamanan selama Operasi Ketupat 2018 di seluruh Indonesia. Selain itu, ada juga 1.112 pos pelayanan dan 7 pos terpadu. "Ada 3.097 pos pengamanan, kemudian ada 1.112 pos pelayanan, ada 7 pos terpadu. Pos terpadu itu pos yang mengendalikan seperti di Jawa Barat itu ada 2 pos terpadu, pos di Cikopo dan di Nagreg. Pos terpadu ada dilihat dari tingkat kerawanan misalnya rawan macet, rawan kecelakaan, rawan kejahatan," kata Yusri. Yusri melanjutkan, untuk pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua, polisi menggandeng perusahaan otomotif untuk mendirikan stan bengkel. "Lalu ada 12 pos check point. Ini rata-rata untuk pemberhentian sepeda motor. Kita berkoordinasi dengan beberapa perusahaan untuk bengkelbengkel dan sebagainya," kata Yusri. Kemudian objek vital atau ruang publik yang menjadi titik pengamanan terdiri dari 876 terminal, 418 stasiun, 650 pelabuhan, 207 bandara, 3.002 pusat perbelanjaan, 2.697 objek wisata dan 204.713 masjid. "Ada 10 polda yang wilayahnya menjadi prioritas pengamanan. Prioritasnya seluruh Jawa, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan dan juga Bali," jelas Yusri. (detikcom/c)