Medan (SIB) -Dewan Pembina Keluarga Besar Nainggolan (KBN) Dr RE Nainggolan MM menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam atas tragedi KM Sinar Bangun rute Simanindo-Tiga Ras yang terbalik di perairan Danau Toba, Senin (18/6) petang. Apalagi peristiwa naas itu terjadi di tengah suasana liburan tahun ini. "Kami dari KBN perlu merespon dengan cepat situasi ini. Apalagi masih banyak korban yang belum ditemukan. Kita ikut membantu pemerintah di lapangan mengingat fasilitas pemerintah setempat yang terbatas," ungkap mantan Sekdaprovsu yang akrab disapa RE kepada wartawan SIB, Selasa (19/6) melalui telepon.
Dia mengatakan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Keluarga Besar Nainggolan membentuk posko korban KM Sinar Bangun di Simanindo. Tim Posko yang diperlengkapi mobil Ambulance di bawah koordinasi Dr Ganda Nainggolan telah diberangkatkan dari Medan menuju Simanindo, Selasa (19/6) pagi.
Dia menyampaikan, pemberangkatan Tim Posko KBN untuk korban KM Sinar Bangun ini adalah langkah reaksi cepat, sekaligus keprihatinan KBN atas nasib naas yang dialami 80-an penumpang. Secara khusus melihat banyaknya penumpang dari marga Nainggolan yang menjadi korban dalam musibah tersebut.
Dalam prosesi pemberangkatan Tim Posko KBN untuk korban KM Sinar Bangun itu, lanjut dia, dirinya didampingi Ketua DPP KBN Kombes (Purn) Alisman Nainggolan, Sekjen Sahala Nainggolan, Bendahara HM Simanjuntak, serta pengurus inti DPP KBN Conrad Nainggolan, Mangido Nainggolan, Vivico Nainggolan, Sudirman Nainggolan, Gabriel Nainggolan, dan Valdesz Nainggolan.
Dia mengingatkan proses evakuasi korban membutuhkan kerja keras dari berbagai pihak, termasuk masyarakat. Saat ini upaya penyelamatan masih terkendala oleh cuaca buruk di sekitar lokasi tenggelamnya KM Sinar Bangun. "Posko KBN di bawah komando Dr Ganda Nainggolan semoga banyak membantu tim gabungan. Kita berharap ada keajaiban dari Tuhan masih ada korban yang bisa diselamatkan," tukas pucuk pimpinan DPP "Nusantara for Jokowi" (N4J) ini.
Dari informasi terakhir, lanjut dia, upaya penyelamatan dan pencarian masih terus dilakukan hingga Selasa siang dengan melibatkan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Polres Simalungun. Data dari petugas pos informasi, hingga Selasa (19/6), dari 85 korban sudah 19 korban yang ditemukan selamat. Para korban selamat dirawat di beberapa tempat, yakni Puskesmas Simarmata, RSUD Hadrianus Sinaga di Kabupaten Samosir, dan di Puskesmas Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun. (A11/h)