Lubukpakam (SIB)- Hingga kini pihak PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) masih terus menggratiskan biaya penggunaan jalur tol ruas Tanjungmorawa- Parbarakan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang (Sesi I). Belum diketahui secara pasti kapan tarif atau pengutipan akan diberlakukan bagi setiap kendaraan. Terhitung sudah dua pekan lamanya kebijakan itu dikeluarkan, karena sudah dimulai dari tanggal 11 Juni lalu atau H-4 Lebaran. Direktur Teknik PT JMKT, Agus Choliq mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu Keputusan Menteri PUPR terkait jalur tol Tanjungmorawa- Parbarakan. Selagi belum ada keputusan menteri maka penggunaan tol itu masih terus digratiskan khusus untuk jalur itu. "Ya biasanya dua minggu saja waktu untuk gratis, tetapi karena hingga sekarang belum ada keputusan Menteri PUPR ya berarti masih gratis dan berlanjutlah gratisnya. Khusus untuk Tanjungnorawa ke Parbarakan saja. Kita juga belum tau kapan waktunya tarif akan diberlakukan. Ya mungkin karena kesibukan di Jakarta makanya belum ada keputusan hingga sampai sekarang," ujar Agus kepada wartawan, Minggu (24/ 6) melalui teleponnya di Lubukpakam. Ia menyebut meski sudah dioperasionalkan, namun nantinya sesi I itu akan tetap diresmikan Presiden Joko Widodo. Saat ini pihaknya juga masih menunggu kapan pastinya Presiden akan melakukannya. Karena kondisinya sudah siap, jalur tol sesi I ini tidak akan ditutup lagi. "Ya karena sudah dibuka ya enggak ada penutupan lagi, tidak boleh ditutup lagi itu, lanjut terus. Jikapun nanti diresmikan sama Pak Presiden ya cari tempat yang lain lah. Jadwal untuk Presiden meresmikan sesi I ini ya mungkin untuk menyesuaikan jadwal yang lain. Biasanyakan kalau bapak Presiden datang banyak kegiatan lain juga dilakukan di sini. Jadi ya kita tunggu sajalah," kata Agus. Untuk tarif ia menyebut biayanya sama dengan tarif ruas tol Kualanamu-Seirampah dan sebaliknya. Dijelaskan untuk satu kilometernya masih dikenakan biaya Rp 981. Sementara Kepala Tol Tanjungmorawa, J Simorangkir menyebut setelah dibukanya jalur tol Tanjungmorawa-Parbarakan banyak dampak yang terjadi di kawasannya. Jika biasanya kawasan pintu tol Tanjungmorawa begitu padat, namun kini sudah tidak separah dulunya dan sudah terurai. Kemacetan di sekitaran simpang Kayu Besar Tanjungmorawa akibat antrean kendaraan di pintu tol juga tidak lagi terjadi dan separah dulu. "Sekarang ini sudah aman. Tidak ada lagi kepadatan di pintu tol Tanjungmorawa. Ada memang sempat terjadi sedikit kepadatan, tetapi bukan di Tanjungmorawa melainkan di Amplas, itu pun malam hari. Kalau sekarang lancar saja," kata J Simorangkir yang juga merupakan Kepala Gerbang Tol Amplas dan Bandar Selamat.(C06/c)