Lubukpakam (SIB) -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang sejak dua tahun lalu hingga kini masih berupaya mencari lahan pengganti Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang saat ini berlokasi di Jalan Garuda Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan. Lahan itu nantinya akan dibangun sebagai Stasiun Peralihan Antara (SPA) di wilayah Tembung atau Kampungkolam dan Batangkuis.
Namun lahan yang secara teknis sudah sesuai selalu terkendala oleh status lahan Hak Guna Usaha (HGU) ataupun eks HGU PTPN 2. Walau demikian, upaya pencarian dan pengadaan lahan masih akan tetap dilakukan yang akan dilanjutkan dengan pembangunan SPA.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Deliserdang, H Khairum Rijal ST MAP melalui Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Janso Sipahutar ST MT kepada wartawan usai membaca pemberitaan SIB, Minggu (8/7) yang berjudul Parit TPS Perumnas Mandala Tak Berfungsi.
Disebut Janso, TPS yang ada saat ini sejak awal memang dimaksudkan untuk melayani masyarakat yang tinggal di Perumnas Mandala. Karena setiap perumahan apalagi berskala besar, seyogianya memiliki tempat pemrosesan sampah setidaknya berupa TPS.
"Semakin meningkatnya jumlah dan kepadatan penduduk memang membuat TPS saat ini sedikit banyak menyebabkan masyarakat merasa terganggu. Kami berharap kepada masyarakat sekitar agar bersabar, pengadaan lahan dan pembangunan SPA pengganti TPS itu kita harapkan dapat rampung tahun depan," imbau Janso.
Pengelolaan sampah di TPS itu, lanjut Janso, saat ini ditangani Dinas LH Deliserdang sesuai struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terbaru. "Tahun ini ada kegiatan perbaikan di TPS itu terutama lantai TPS dan drainase di dalam TPS. Untuk drainase yang kurang atau tidak berfungsi, akan segera kita cek dan selanjutnya akan menurunkan tenaga Buruh Harian Lepas untuk pembersihan," terang Janso di akhir pembicaraan.
Sementara itu pantauan wartawan SIB, Minggu (8/7) siang tumpukan sampah tampak menutupi badan Jalan Garuda Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang.
Terlihat jelas tumpukan sampah di dalam TPS (tempat pembuangan sampah) menumpuk hingga ketinggian mencapai 2 meter. Tak hanya di dalam TPS, badan jalan/depan TPS juga dihiasi oleh tumpukan sampah setinggi 1 meter. Di lokasi itu, petugas kebersihan maupun truk pengangkut sampah tak satupun yang bekerja guna membersihkan sampah-sampah di badan jalan.
Yang terlihat di lokasi hanya beberapa pemulung yang mengais rezeki dengan mengumpulkan satu-persatu sampah plastik, karton dan atom yang nantinya dapat dijual dan uangnya digunakan para pemulung untuk menafkahi keluarganya.
Sementara itu warga masyarakat sekitar yang berlalu-lalang di lokasi terlihat sesekali menutup hidungnya lantaran tak tahan menghirup bau busuk dari sampah tersebut. Terlihat juga masyarakat yang mengendarai sepedamotor dan motor berhenti di depan TPS, lalu membuang sampah di badan jalan lantaran di dalam TPS sampah sudah menumpuk.
Seorang pengendara sepedamotor, Randi ketika diwawancarai di lokasi mengaku tumpukan sampah di badan jalan itu merupakan pemandangan yang sudah biasa dilihat khususnya di hari Minggu.
"Tak hanya hari Minggu saja, setiap malam badan jalan pasti dihias tumpukan sampah. Jika hari biasa, pagi hingga sore badan jalan bersih dari sampah. TPS itu harus dipindahkan, karena tak pantas berada di pemukiman penduduk," katanya. (C06/A16/q)