Medan (SIB) -Harga telur ayam belakangan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan di Sumatera Utara dan dijual di kisaran Rp 24.000 per Kg dari posisi normalnya Rp 18.000 per Kg hingga Rp20.000 per Kg. Kenaikan harga telur di luar Pulau Sumatera saat ini bahkan sempat menyentuh Rp30.000 per Kg.
"Di wilayah Sumut, kenaikan harga telur ini lebih dikarenakan ada pergantian ayam petelur," ujar Ekonom Gunawan Benyamin kepada SIB, Rabu (11/7).
Di sejumlah wilayah yang dipantau, ujar Ketua Tim Pemantau Harga ini, ada beberapa peternak yang tengah mengganti indukan ayam petelur di mana penurunan produktivitas ayam petelur membuat petani harus menggantinya.
Umumnya ayam petelur dikatakannya masih dalam kondisi normal, jika produktivitas dalam menghasilkan telur itu berkisar 85% hingga 100%. Nah di saat produktivitas menyentuh angka 25% bahkan sejumlah ayam sudah tidak bertelur atau biasa disebut ayam afkir, maka di saat itu peternak akan mengganti indukan ayam petelurnya.
Jadi memang butuh waktu agar harga telur ayam ini kembali normal. Nantinya produktivitas ayam ini akan pulih. Di saat mencapai 85% harga telur ayam bisa ditekan di bawah Rp 21.000 per Kg. Kenaikan harga telur ayam ini juga dipengaruhi oleh wilayah lain yang memang harga telurnya lebih mahal dibandingkan wilayah Sumut.
Namun, kata Gun, dia mengkuatirkan jika harga telur ayam di wilayah lain tak kunjung turun, akan menggerek kenaikan harga telur ayam di wilayah ini. Hal ini lebih dikarenakan oleh distribusi telur ayam yang berpeluang keluar wilayah Sumut. Namun walaupun ini terjadi diperkirakan tidak akan berlangsung lama, ujarnya.
Disinggung banjir yang terjadi di Medan sekitarnya apakah ada dampaknya bagi perekonomian di daerah ini Gunawan belum bersedia mengungkapkannya.
Harga Ikan Naik
Sementara itu harga ikan segar dari laut akhir-akhir ini meroket harganya. Misalnya harga ikan dencis antara Rp 38.000 hingga Rp 40.000 per Kg. Gembung Aso-aso Rp 35.000-Rp 38.000 per Kg, Gembung Puring Rp 45.000 per Kg, Ikan Mas lokal Rp 30.000 per Kg, Ikan Nila hidup Rp 33.000 per Kg, Ikan Nila mati Rp 30.000 per Kg.
Menurut pedagang di Pasar Glugur dan Pasar Kampungdurian, harga ikan meroket karena faktor cuaca ekstrem akhir-akhir ini seperti hujan deras disertai petir dan angin kencang membuat para nelayan enggan melaut. Justru yang melaut banyak kapal besar. "Makanya stok ikan yang dijual terbatas," ujar boru Regar di Pasar Glugur Medan kepada SIB, Rabu (11/7).
Disebutnya, banyak konsumen membutuhkan ikan gembung puring untuk makanan tambul namun tidak bisa terlayani karena stok terbatas. "Faktor cuaca memengaruhi stok jual terbatas," ujar br Nainggolan di Pasar Kampung Durian, Rabu (11/7). (A2/f)