Deklarasi Jokowi Dua Periode dan Ganti Presiden

Robby Barus: Polisi Harus Pantau Pergerakan Kelompok Hindari Pergesekan

- Minggu, 22 Juli 2018 13:32 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/07/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Medan (SIB)- Terkait adanya deklarasi Jokowi dua periode dan deklarasi ganti Presiden di hari yang sama, Minggu (22/7), anggota DPRD Medan Robby Barus mengatakan, berdemokrasi adalah hak warga negara. Berbeda pendapat itu biasa, ada yang pro pemerintah dan ada yang tidak puas sehingga minta pemimpin diganti.

"Tapi demi menjaga kondusifitas diharapkan jangan ada riak-riak yang sampai mengganggu kamtibmas. Untuk itu, aparat Kepolisian harus memantau pergerakan kedua kelompok ini agar tidak terjadi pergesekan. Karena bisa saja kedua kelompok bertemu, kemudian saling ejek sehingga terjadi benturan," kata Robby kepada wartawan, Jumat (20/8) di Medan.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, pendapat sekelompok orang berbeda satu sama lain itu sah-sah saja. Tapi jangan sampai memprovokatori masyarakat dengan bahasa-bahasa tidak senonoh dan melakukan ujaran kebencian. Kelompok yang pro dan kontra harus berorasi secara santun, karena warga  Medan yang multi etnis dan agama adalah orang-orang yang beradat dan menjunjung sopan santun.

"Bicaralah secara ilmiah dan beretika, kalau tidak suka pemimpin sekarang untuk dua periode harus dijelaskan secara ilmiah dan masuk akal. Jangan mengajak orang membenci Presiden Jokowi dan menuturkan kata-kata berbau fitnah. Yang pro Jokowi juga, kalau berpidato jangan mengejek kelompok lain, tapi rangkullah masyarakat, sampaikanlah buah pembangunan yang sudah dikerjakan Jokowi selama ini," tuturnya.

Persoalan siapa Presiden RI periode 2019-2024 kata Robby selayaknya jangan dulu dibahas, karena Pilpres yang dirangkai dengan Pemilu Legislatif masih 9 bulan lagi. Presiden Jokowi masih konsentrasi dengan program pembangunannya. Setiap warga negara harus mendukung pemerintahan yang sedang berjalan.

"Dan juga harus dihormati, sekarang Pak Jokowi masih pemimpin di NKRI, sebagai Presiden dan Kepala Negara, mari kita hormati beliau. Kalau tidak suka, hendaknya jangan mencemoh dan memfitnah dengan kata-kata tidak santun. Tidak ada yang melarang berdemokrasi, walapun itu deklarasi meminta ganti Presiden 2019, itu hak semua orang, tapi bicaralah yang sopan," tegasnya.

Lagi pula, lanjut Robby, yang memilih Presiden adalah rakyat Indonesia yang berjumlah 200 juta jiwa lebih dari Sabang sampai Merauke. Rakyat sangat tahu siapa yang layak dan pantas dipilihnya, meski apapun yang mempengaruhi masyarakat Indonesia tidak tergoyahkan dengan godaan, karena mereka sudah cerdas. (A10/q)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

PSMS Menangi Derby Sumatera Lawan Persiraja di Banda Aceh

Medan Sekitarnya

PDIP Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Medan Labuhan

Medan Sekitarnya

BPS: Nilai Impor Sumut Turun 5,23 Persen

Medan Sekitarnya

Medsos Rawan Informasi Tak Berimbang, Dinkes Medan Ajak Warga Percaya Media Massa

Medan Sekitarnya

Maha Sendi S Milala Ketua KORMI Kabupaten Karo 2026 - 2030

Medan Sekitarnya

Polisi GSN di Pinggiran Rel Kereta Api, Enam Orang Diamankan