Penderita Diabetes, Hidup Lumpuh dan Memprihatinkan di Batangkuis

- Minggu, 29 Juli 2018 11:51 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2018/07/hariansib_Penderita-Diabetes--Hidup-Lumpuh-dan-Memprihatinkan-di-Batangkuis.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Roni Hutahaean
MEMPRIHATINKAN : Beginilah kondisi gubuk yang ditempati Rahmawati bersama suaminya Ahmad Safii dan ke 4 anaknya hidup memprihatinkan, akibat penyakit yang diderita sampai lumpuh, di Dusun 3 Desa Baru Kecamatan Batangkuis, Deliserdang.

Batangkuis (SIB) -Rahmawati (34) bersama keempat anaknya hidup dengan menumpang di gubuk reot milik tetangganya di Dusun 3 Desa Baru Kecamatan Batangkuis Kabupaten Deliserdang.

Kondisi Ibu rumah tangga ini mengalami lumpuh sejak lima tahun lalu akibat penyakit diabetes hingga komplikasi. Rumahnya terjual dan kini bersama suami dan anak-anaknya terpaksa menumpang di gubuk reot itu.

Kondisi serba kekurangan dan kurang mampu ini hanya hidup dengan apa adanya, bangunan rumah gubuk reot dan atap sudah bocor menjadi tempat tinggal keseharian dari keluarga Rahmawaty bersama ke 4 anak-anaknya, bahkan untuk memperbaiki atap gubuk yang bocor, suaminya Ahmad Safii (45) harus menambal dengan seng bekas yang dimintanya dari tetangga.

Ahmad Safii yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan terkadang kerja dan lebih sering tidak bekerja, saat ini sudah tidak mampu untuk menutupi biaya perobatan istrinya, bahkan anak sulungnya yang sempat menikmati sekolah di bangku SMA sudah tidak lagi karena harus bekerja membantu ayahnya mencari nafkah.

Saat dikonfirmasi SIB di kediamannya, Rahmawati menceritakan bahwa pernah berobat ke rumah Sakit  Umum Daerah Deliserdang selama 10 hari beberapa tahun lalu dengan menggunakan kartu BPJS. Namun karena tak sanggup membayar iuran bulanan, terpaksa keluar dari rumah sakit dan sampai saat ini pasrah bertahan di rumah saja.

"Pernah Bang berobat di RSUD Deliserdang, namun tak sanggup bayar bulanan BPJS, sekarang kartunya sudah diblokir dan kami 5 orang sekeluarga kalau bayar BPJS tak sanggup lagi, saya sudah pasrah dengan penyakit ini" terang Rahmawati sambil meneteskan airmata.

Rahmawati tak bisa berharap banyak, namun sesekali tetangga dan kerabatnya bersedia membantu mereka untuk makanan dan sedikit uang, Ibu rumah tangga ini juga hanya berharap anaknya bisa makan dan sekolah saja sudah cukup.

Sementara Ahmad Syafii menambahkan, meski serba kekurangan namun tetap berjuang untuk menghidupi keluarganya. "Untuk biaya berobat istri, memang sudah banyak yang terjual dari mulai tanah dan rumah. Biarlah kami numpang di rumah orang, ada yang ngasi tempat tinggal meski gubuk seperti ini tidak apalah beginilah keadaannya," kata Ahmad Safii sambil menunjukkan kondisi tempat tinggalnya. (C05/f)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

DR H Sarmadan Nur Siregar M.Pd Terpilih Aklamasi

Medan Sekitarnya

Bupati Humbahas Hadiri Bakti Sosial Gerindra

Medan Sekitarnya

Viral Video Siswa Merokok, Bupati Deliserdang Perintahkan Disdik Ambil Langkah Tegas Terukur

Medan Sekitarnya

Anak Wisatawan Asal Indonesia Tewas Tertabrak Mobil di Chinatown Singapura

Medan Sekitarnya

Timbul Jaya H Sibarani Desak Dishub Sumut Segera Realisasikan Bus Listrik Mebidang Berbiaya Rp60 Miliar

Medan Sekitarnya

Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat dan Bangsa Kuat