Medan (SIB) -Ketua Lembaga Pengembangan Paduan Suara Gereja Daerah (LPPD) Medan Anton Panggabean SE MSi memromosikan sejumlah item kerajinan tangan berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Medan di Pontianak, Kalimantan Barat. Sejak Jumat, promo produk industri kerajinan berbasis UMKM Medan itu sudah dilakukan oleh rombongan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional 2018 di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat itu. Untuk promosi kerajinan daerah itu ditangani Ny Titien Debora Panggabean Br Sibarani yang Ketua Perhimpunan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Medan Perjuangan.
Anton Panggabean mengatakan, Medan memiliki kekayaan industri kerajinan berbasis UMKM. "Tak sekadar souvenir mulai dari gantungan kunci hingga aksesoris life style, tapi yang mendukung penampilan seperti batik Medan. Itu yang dibawa kontingen Medan yang sudah melebur dalam LPPD Sumut," ujarnya didampingi Sekretarsi Jenderal LPPD Medan Nimrot Situmeang SH MSi, Bendaraha Umum Maslen Simarmata SE MM.
Sebagaimana diketahui, Pesparawi Nasional 2018 digelar 28 Juli - 3 Agustus 2018. Selama perhetalan tersebut ada pameran diadakan kerajinan dan oleh Anton Panggabean dimaksimalkan memromosikan hasil kerajinan Medan. "Dalam tim LPPD Sumut itu mayoritas orang Medan, karena ada 6 kategori. Artinya, ada ratusan orang Medan. Pada kontingen asal LPPD Medan pun disosialisasikan hal yang sifatnya promosi industri UMKM Medan. Langkah tersebut pun sudah dirembugkan dengan pelaku UMKM khususnya terkait kerajinan tangan.
Anton Panggabean memberi contoh. Ketika ke Yogyakarta atau ke Bali, di hampir setiap sudut pusat keramaian warga, ada dipamerkan kerajinan tangan. Mulai dari gantungan kunci, pembungkus tempat tisu khas daerah. "Medan juga ada. Bahkan batik Medan sudah mendunia. Dalam ekshibisi kerajinan life style di Rusia, batik Medan ikut. Sebagai warga Medan, kita juga melakukannya," ujarnya sambil menunjukkan jenis kerajinan yang dipromosikan di Pontianak atas kerja sama dengan PWMKI Medan khususnya PWKI Medan Perjuangan. "Sebagian sudah di Kalimantan," tegas anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan itu.
Menurutnya, adalah tanggung-jawabnya sebagai warga Medan untuk melakukan itu. Ia optimistis langkahnya menuai hasil positif. "Apalagi memetakan Kalimantan Barat khususnya Pontianak yang dihuni banyak warga Sumut khususnya Medan. Pastinya disambut baik," harapnya sambil mengatakan pihaknya pun mengupayakan membawa kuliner khas dari Medan khususnya Tapanuli. (R10/c)