Medan (SIB) -Di usia 73 tahun Indonesia merdeka sudah banyak kemajuan dan peningkatan pembangunan pasar tradisional dan telah dinikmati masyarakat. Dan kemajuan itu akan terus berkembang bila pemimpin bangsa yang terpilih nantinya terus melaksanakan program yang sudah ada.
Demikian kesimpulan tanggapan beberapa pedagang yang diwancarai SIB tentang 73 tahun Indonesia merdeka di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, Selasa (14/8).
Br Purba (47) pedagang sayuran di Pusat Pasar Medan mengatakan, di usia 73 tahun Indonesia merdeka infrastruktur jalan di Sumut sudah lancar, sehingga tidak ada lagi kendala untuk mengangkut sayur-mayur ke tengah kota di Medan. Tetapi yang menjadi masalah saat ini adalah daya beli masyarakat masih rendah.
"Banyak sayur-mayur yang kami jual di pasar ini, tetapi sedikit yang laku, karena daya beli masyarakat masih rendah. Hal ini menjadi masalah, jadi kami meminta kepada pemerintah agar menyesuaikan upah dan gaji karyawan dan buruh sehingga roda perekonomian dapat berjalan dengan lancar ke depan," harapnya.
Sementara untuk pembangunan Kota Medan di usia 73 tahun Indonesia merdeka, sungguh sangat pesat dan akan terus berkembang bila presiden yang terpilih ke depan tetap Jokowi. Sebab beberapa pembangunan jalan tol, rel kereta api yang sudah diprogramkan di Sumut akan terus berlangsung bila tetap Jokowi menjadi presiden dua priode, dan diduga program akan terkendala bila presiden diganti .
Agus (57) pedagang di Pasar Sukaramai mengatakan di usia 73 tahun Indonesia merdeka, ia berharap Pemko Medan menata seluruh pedagang yang ada di Kota Medan. Pedagang yang berdagang di pinggir jalan agar ditindak sehingga pedagang yang legal yang ada di dalam gedung yang disediakan PD Pasar dapat hidup berkembang.
"Selama ini dengan keberadaan pedagang yang berjualan di pinggir jalan bahkan di badan jalan, membuat pedagang yang ada di dalam gedung milik PD Pasar mengeluh karena pembeli tidak ada datang ke dalam gedung hanya belanja di pinggir jalan," keluhnya.
Ia berharap di usia 73 tahun Indonesia agar pemerintah betul-betul menata seluruh lokasi pedagang. "Pemerintah tidak boleh pandang bulu, kalau salah agar ditindak, sehingga seluruh pedagang yang legal dapat berdagang dengan nyaman dan dapat menghidupi keluarganya," harapnya.
Sementara Benedektus (45) pedagang di Pasar Brayan mengatakan, di usia 73 Indonesia agar pemerintah lebih banyak lagi membangun pasar tradisional sehingga pasar tradisional tidak kalah dengan pasar modern yang ada di plaza dan mall.
"Saat ini masih banyak pasar tradisional yang tidak layak lagi bahkan bila hujan turun becek dan bau, karena itu di usia 73 tahun Indonesia agar seluruh pasar tradisional di Kota Medan semuanya direnovasi sehingga tidak kalah dengan pasar modern yang ada," pungkasnya. (A12/l)