Ketua DPP Apersi Bersatu

Banyak Perumahan Sederhana Gunakan Material Tak Berkualitas

- Rabu, 05 September 2018 16:52 WIB
Medan (SIB) - Para kalangan pemilik atau pembeli rumah murah atau rumah sederhana di daerah ini mengeluhkan kualitas atap transparan semakin rendah bahkan langsung pecah, ketika dipaku, maupun akibat tertimpa matrial yang lebih keras pada saat pembangunan rumah. "Selama ini ada jenis atap transparan yang ukurannya sama dengan atap seng. Produk lama atap itu sebenarnya terbuat dari bahan semacam plastik yang elastis dan masih bisa lentur serta aman dipaku. Tapi atap transparan yang beredar belakangan ini terbuat dari fiber penuh dengan kualitas yang sangat rendah. Sekali paku saja langsung pecah, apalagi misalnya kalau ada hewan kucing yang menginjaknya saat melintas di atap rumahrumah penduduk. Terkena angin kencang pun bisa langsung pecah. Kita selaku konsumen jadi rugi, tapi mau komplain pun kita tak tahu produsennya," umar Amri Nasution dan Syaiful Amri, keduanya pemilik rumah, di Perumahan Bumi Tuntungan di Medan dan Perumnas Sinaksak Pematangsiantar. Secara terpisah dengan kisah sama. Amri Nasution alias Abeh pada Sabtu (1/9) lalu menyebutkan atap fiber yang dipasang pihak tukang dalam kerja perbaikan rumahnya pasca diterjang angin kencang plus hujan deras belum lama ini, memang tampak lebih cerah dan terang mirip kebeningan kaca. Namun ketika hujan terjadi tirisan air alias bocor akibat bekas paku yang pecah terbelah. Sementara, pada produk atap transparan yang terbuat dari bahan semacam plastik, bekas paku hanya berupa lubang tembusan paku sehingga lebih aman terkena hujan atau terkena beban lain seperti injakan kucing atau jartuhan buah dari pohon terdekat rumah. Hal senada dicetuskan Syaiful Amri ketika berkunjung ke kantor Apersi Sumut di Medan. Menurutnya, praktisi bisnis perumahan perlu menjajaki sikap untuk mengingatkan para produsen agar memproduksi matrial atau bahan-bahan perumahan yang berkualitas standar minimal. Misalnya berupa atap seng, atap polos atau transparan yang sering disebut 'seng plastik', paku semua ukuran, tegel, traso, closet, kayu broti atau papan dan sebagainya. "Sekarang ini memang banyak bahan atau matrial bangunan yang memang tak layak pakai karena tak penuhi standar kualitas minimal. Selain karena memang banyak developer nakal yang membangun rumah dengan bahan-bahan murah seperti kayu broti untuk rabung yang mudah lapuk, juga karena faktor harga di pasaran. Tapi ini pasti jadi masukan penting bagi kami di Apersi untuk menelusuri jaringan produksi dan distribusi agar para produsen jangan lagi memproduksi barang mudah rusak atau berkualitas seperti atap fiber ini, apalagi dengan kondisi yang sangat tipis sekarang ini,." Ujar Gustian Danil, ketua DPP Apersi Bersatu, kepada SIB di kantornya, Selasa (4/9). (A04/d)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Pastikan Imlek 2026 Aman, Sat Lantas Polres Pematangsiantar Patroli Malam di Vihara

Medan Sekitarnya

Strategi Penguatan Ekonomi Daerah Berbasis Potensi Lokal dan Peningkatan Kualitas SDM dalam Pembangunan Wilayah yang Berkeadilan

Medan Sekitarnya

Pembunuhan Sekeluarga di Malaysia, 5 Orang Tewas

Medan Sekitarnya

Janses Simbolon Terpilih Aklamasi Jadi Ketua DPC Partai Hanura Medan Periode 2025–2030

Medan Sekitarnya

Ketua MBI Sibolga : Perayaan Imlek Tanpa Euforia Berlebihan, Masih Dirundung Duka Bencana

Medan Sekitarnya

Antusias Warga Tionghoa Padati Vihara di Pematangsiantar Rayakan Imlek 2026