Sei Rampah (SIB) -Gas elpiji 3 Kg untuk kebutuhan rumah tangga di Kecamatan Seirampah dan di Seibamban sejak sebulan terakhir langka, akibatnya masyarakat sangat sulit mendapatkannya.
Pantauan SIB setiap jatah gas masuk ke pangkalan, masyarakat yang didominasi kaum ibu rumah tangga saling berebutan membeli gas takut tidak dapat bagian ditambah lagi tukang along-along yang hendak mengambil jatah. Akibat kelangkaan itu, harga gas di kios pengecer mencapai Rp 20 ribu/tabung.
Salah satu pemilik pangkalan D br Simanjuntak kepada SIB Kamis(13/9) mengatakan setiap jatah masuk dalam sehari langsung habis karena pembeli dari berbagai penjuru datang sementara jatah pangkalannya hanya untuk Desa Pematang Ganjang. "Saya sudah 4 tahun membuka pangkalan jatah masih tetap 100 tabung setiap Minggu. Padahal jumlah penduduk lebih dari 800 KK di Desa Pematang Ganjang ini. Kita sudah bolak- balik mengusulkan penambahan kepada agen maupun korwil Gas Sergai Akiat namun tidak dihiraukan", imbuhnya.
Supriani seorang ibu rumah tangga mengakui sangat sulit mendapatkan gas elpiji 3 Kg warga harus menunggu beberapa waktu di pangkalan, bahkan bila jatah gas masuk saling berebuta. "Sebaiknya Pemkab Sergai menambah jatah supaya masyarakat bisa membeli gas dengan tidak berebutan karena kekurangan", tegas Supriani.
Kabag Perekonomian Pemkab Sergai melalui Kasubbag Perekonomian Ami mengakui elpiji 3Kg langka karena memang kekurangan kuota. "Kita sudah mengusulkan penambahan kepada pihak Pertamina. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah realisasi. Saat ini kita sedang melakukan monitoring ke pangkalan yang jatahnya banyak agar mengutamakan warga daripada along-along yang memicu harga dipasaran menjadi mahal", katanya.(A09/c)