Sergai (SIB)- Bupati Serdangbedagai (Sergai) Ir H Soekirman mengatakan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan hal yang tak dapat dianggap enteng. Daerah yang memiliki IPM rendah, biasanya tingkat pendidikannya rendah, sehingga perekonomian daerah lambat untuk maju. Sebaliknya, daerah yang memiliki IPM tinggi sering kali mengalami kemajuan dan memiliki banyak sarjana yang unggul, sehingga dapat membantu mengembangkan daerah.Hal itu dikatakan Bupati saat menerima kunjungan kerja Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Labuhan Batu, Jumat (14/9) di Aula Sultan Serdang, Komplek Perkantoran Bupati di Seirampah, Sergai."Penduduk Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat terdiri dari 52 persen perempuan. Maka, pemberdayaan perempuan menjadi fokus utama pemerintah daerah. Saat ini yang utama adalah bagaimana kita membentengi keluarga dari peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan, sebab telah banyak kasus kriminal yang terjadi karena narkoba tersebut", sebutnya.Dijelaskannya, urusan pemberdayaan perempuan, lingkungan dan anak menjadi satu diantara sepuluh urusan wajib pemerintah dan menjadi ukuran keberhasilan pemimpinnya. Oleh karenanya, dengan aktipnya PKK dan Dekranasda, menjadi tantangan baru pada era revolusi industri 4.0 yang lebih mengarah kepada ekonomi kreatif era digital. Sedangkan yang menjadi tantangannya, bagaimana dapat menciptakan ide dan inovasi yang kreatif dengan tidak merusak alam, lingkungan serta merugikan pihak lain, namun menghasilkan keuntungan yang besar.Dengan sepuluh program pokok PKK, lanjutnya, hendaknya dapat mengikuti perkembangan teknologi saat ini, dengan tidak melupakan kearifan lokal daerah. "Oleh karenanya, pada kesempatan ini kami mengajak TP PKK dan Dekranasda untuk membantu pemerintah mensejahterakan rakyat melalui peningkatan ekonomi kreatif," ajaknya.Sementara, Ketua TP PKK Sergai Hj Marliah Soekirman memaparkan Kabupaten Sergai terdiri dari 17 kecamatan dan 243 desa/kelurahan dengan potensi didominan lahan pertanian dan perkebunan. Dimana, saat ini, beras organik yang dikembangkan petani, telah masuk ke pasaran modern di pusat kota Medan.Selain itu, lanjutnya, potensi pariwisata seperti pantai, cukup banyak dan telah dikenal secara nasional. Sementara pusat jajanan dan kreasi Usaha Kecil Menengah (UKM), juga menjadi unggulan daerah serta diapresiasi dengan raihan penghargaan pada ajang Inacraft berkat pembinaan UKM yang serius dan berkesinambungan dari pemerintah daerah. Heterogennya Sergai, karena berbaurnya beragam suku dan hidup berdampingan dengan rukun dan damai.Hj Marliah Soekirman juga mengucapkan terima kasih dan merasa sangat berbahagia atas kunjungan sekaligus dua kabupaten dari dua provinsi ini. "Semoga kunjungan ini dapat menambah pengetahuan dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat serta mempererat tali silaturahmi antara kita," harap Hj Marliah Soekirman.Sebelumnya, Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi SE menyampaikan akan mempelajari tentang cara pengembangan dan pemasaran produk hasil kerajinan, sehingga dapat diaplikasikan guna meningkatkan pemberdayaan kesejahteraan keluarga dan menjadi bekal dalam mensosialisasikan untuk menggiatkan program wirausaha yang bertujuan meningkatan perekonomian daerah.Sedangkan Ketua Dekranasda Labuhan Batu Hj Romanidar Hasibuan mengatakan memilih Sergai karena merupakan kabupaten yang hasil kerajinannya sudah cukup baik dan dikenal hingga cakupan nasional. Selain itu, kunjungan ini dimaksudkan untuk menjalin kerjasama dibidang peningkatan kualitas pemasaran serta saling bertukar ilmu pengetahuan dalam rangka peningkatan UKM guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Hasil kunjungan ini akan kami aplikasikan di daerah kami dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui kerajinan UKM," ungkapnya. (C02/l)