Warga Simalingkar B Medan Dapat Penyuluhan Hepatitis B dan Bahaya Napza

- Selasa, 25 September 2018 18:14 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir092018/hariansib_Warga-Simalingkar-B-Medan-Dapat-Penyuluhan-Hepatitis-B-dan-Bahaya-Napza.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Dok
SOSIALISASI : Dr Jekson Martiar Siahaan Mbiomed dan Dr Hendrika A Silitonga MKes dalam kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat Simalingkar B Medan di aula kelurahan baru-baru ini.

Medan (SIB) -Hepatitis merupakan salah satu penyakit mematikan di Indonesia. Jumlah penderitanya setiap tahun bertambah. Untuk itu, masyarakat harus lebih waspada agar terhindar dari penyakit ini. 

"Tingginya infeksi Hepatitis B di Indonesia diduga karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini dan bahkan sebagian besar mungkin tidak memahami tentang apa yang dimaksud dengan hepatitis," ujar Dr Jekson Martiar Siahaan Mbiomed bersama Dr Hendrika A Silitonga MKes dalam kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat Simalingkar B Medan yang digelar di aula kelurahan baru-baru ini.

Kegiatan penyuluhan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Pendidikan, ujar kedua dokter yang mengajar di FK UMI itu. Disebutkan Siahaan, para pengidap infeksi Hepatitis B dan C sering tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi virus tersebut. Hal ini terjadi karena tidak ada gejalanya bahkan bertahun-tahun sejak penderita terinfeksi. Maka penyebarannya pun menjadi meluas.

Pencegahan, lebih baik dibanding pengobatan termasuk dalam konteks penyakit Hepatitis. Namun sayangnya deteksi dini Hepatitis B masih tergolong sulit dan terkesan relatif mahal untuk dikerjakan di layanan kesehatan primer karena keterbatasan sarana. "Peran aktif dan partisipasi pemerintah sangatlah penting guna mewujudkan hal tersebut," ujarnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Lurah Simalingkar B Vincen Sinaga mewakili Lurah Halomoan Pangaribuan SE, serta Kepala Puskesmas Simalingkar B dr Roosleyn Bakara.

Bahaya Napza

Dalam kesempatan itu Dr Hendrika A Silitonga MKes  melakukan penyuluhan tentang bahaya narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (Napza). Dengan penyuluhan ini  diharapkan agar masyarakat dapat mengerti akan bahaya Narkoba terutama bagi generasi muda untuk mencegah, meminimalisir dan mengurangi peredarannya.

Masyarakat dan aparat harus paham akan jenis-jenis Narkoba, bahaya dan efek penyalahgunaannya serta hukuman bagi pengedar dan pengguna sehingga tidak jatuh korban yang disebabkan karena penyalahgunaan Napza tersebut,  sebutnya.

Salah seorang warga, Herisna Purba mengaku antusias mendapat penyuluhan kesehatan tersebut. Sekretaris Lurah Simalingkar B menyebutkan pihaknya membuka pintu untuk para dokter dan dosen melakukan pengabdian masyarakat di wilayah kerjanya.

Terpisah Dekan FK UMI dr Samuel P Hutasoit SpOG MM menyebutkan kegiatan penyuluhan ini adalah kegiatan berkelanjutan yang merupakan tanggung jawab para pengajar. (A13/d)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Arus Mudik KA Sumut Meningkat, 11.000 Penumpang Tinggalkan Medan

Medan Sekitarnya

Pengamat: Pemerintah Harus Berani Reformasi Sistem Remunerasi Pejabat Publik

Medan Sekitarnya

Bupati Humbahas Sambut Kedatangan Prajurit Yonif TP 955/Hoda Sihapaspili

Medan Sekitarnya

Polres Tanjungbalai Siaga di Pos Pam Dan Pos Yan Operasi Ketupat Toba 2026

Medan Sekitarnya

PT Socfindo Aek Loba Bagi 300 Paket Takjil

Medan Sekitarnya

Satreskrim Polres Tanjungbalai Amankan 3 Pelaku Curas