Medan (SIB)- Suyadi (53) , warga Jalan Tali Air Komplek Rumah Sakit Jiwa Medan Tuntungan tewas mendadak saat menikmati layanan kusuk di kamar No. 18, di lokasi Bobi Oukup, di Jalan Jamin Ginting KM 11,5 Kelurahan Simpang Selayang Medan Tuntungan, Jumat (28/9), sekira pukup 18.30 WIB.Informasi yang dihimpun wartawan, Sabtu (29/9) sore, peristiwa itu berawal saat korban yang diketahui bekerja sebagai oknum PNS di Rumah Sakit Jiwa di Medan ini, sekira pukul 18.15 WIB datang ke Bobi Oukup untuk dikusuk. Mendengar permintaan korban, karyawati Bobi Oukup bernama Iis kemudian membawa korban untuk dikusuk di kamar nomor 18.Saksi Iis kemudian mulai mengusuk korban. Namun hanya beberapa saat dikusuk, tiba-tiba korban mengeluhkan rasa sakit dan sesak di bagian dada.Selanjutnya tubuh korban langsung kejang-kejang. Karena takut, saksi Iis yang saat itu histeris melihat korban langsung keluar dan memberitahukannya kepada karyawan Bobi Oukup bernama Hasmar. Saksi Hasmar kemudian masuk ke dalam kamar dan sempat memegang tangan dan punggung korban sembari berkata, ''tenang Bang, tenang". Korban sempat sadar dan berkata, "iya, iya. Namun, tidak berapa lama, tubuh korban malah semakin kejang-kejang, dan mulutnya mengeluarkan cairan seperti buih hingga akhirnya meninggal dunia.Pihak Bobi Oukup lalu melaporkan kejadian itu ke Kepling setempat, lalu diteruskan ke Polsek Delitua.Satu jam kemudian, personil Polsek Delutua yang mendapat informasi itu langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP. Sementara itu Iis, karyawati Bobi Oukup saat dikonfirmasi Sabtu (29/9) sore membenarkan adanya kejadian itu. Namun, Iis tidak mau berkomentar banyak terkait kematian korban. "Iya Bang, awalnya dia saya kusuk. Pas saya kusuk kakinya, tiba-tiba dia mengeluh sakit di dadanya, baru dia kejang-kejang. Udah dulu yah Bang, saya juga lagi diwawancarai (dimintai keterangan) ini,"kata Iis sembari memutuskan sambungan teleponnya.Heri Pinem, saat dikonfirmasi juga membenarkannya. "Udah dulu ya saya lagi di Jakarta", kata Heri sembari memutuskan sambungan teleponnya. Terpisah, Kapolsek Delitua Kompol BL Malau saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kejadian itu. Pihaknya masih melakukan penyelidikan di TKP terkait kematian korban. (A20/c)