Peringati Hari Kontrasepsi, BKKBN Perwakilan Sumut Gelar Senam Poco-Poco

- Sabtu, 06 Oktober 2018 15:08 WIB
Medan (SIB)- Peringatan Hari Kontrasepsi Dunia yang jatuh pada 26 September ditandai dengan Senam Poco-Poco di halaman kantor BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Jumat (5/10). 

Senam yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB diikuti Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Drs Temazaro Zega MKes serta seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan BKKBN Perwakilan Sumut, masyarakat dan mitra kerja. 

"Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Dunia ini, BKKBN Perwakilan Sumatera Utara bahkan dan seluruh Kantor Perwakilan BKKBN se Indonesia, melaksanakan senam Poco-Poco serentak. 

Sebelumnya kita sudah melaksanakan kegiatan memberikan pelayanan-pelayanan KB dan kesehatan produksi di seluruh kabupaten/kota di faskes-faskes yang ada di kabupaten/kota," jelas Temazaro Zega didampingi Sekretaris BKKBN Perwakilan Sumut Yusrizal, Kabid Advin Rabiatun Adawiyah, Kabid KB KR Sofyan Rangkuti dan Kassubag Humas Ari Armawan.

Temazaro menjelaskan, BKKBN merupakan lembaga pemerintah non kementerian diberi amanah melaksanakan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Di mana kontrasepsi merupakan instrumen yang digunakan masyarakat oleh keluarga-keluarga pasangan usia subur dalam mengatur jarak dan merencanakan kelahiran dalam keluarganya.

"Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan kesehatan bersama, kesehatan para karyawan, ASN di lingkungan BKKBN dan mitra kerja serta masyarakat. Senam juga sebagai wadah promosi di dalam meningkatkan komitmen bersama di kalangan para pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat dan keluarga untuk peningkatan penggunaan alat kontrasepsi," paparnya. 

Oleh karena itu, lanjutnya, BKKBN selalu berupaya meningkatkan akses ke masyarakat untuk menggunakan alat kontrasepsi. Hingga kini penggunaan alat kontrasepsi belum mencapai presentase yang diinginkan.

Dikatakan ada kecenderungan sekarang ini dari hasil Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) bahwa ada peningkatan penggunaan alat kontrasepsi tradisional di kalangan masyarakat. Di mana alat kontrasepsi tradisional justru memberi peluang besar untuk gagal. Karena itu, keluarga-keluarga, pasangan-pasangan didorong untuk beralih penggunaannya.

Bagi mereka yang masih menggunakan alat kontrasepsi tradisional maka dipersilahkan menggunakan alat kontrasepsi modern yang telah disediakan pemerintah, seperti suntik, pil, IUD, implan dan sebagainya. 

Sehingga dengan demikian keluarga-keluarga itu bisa menjamin untuk memenuhi kebutuhannya untuk menjarangkan kelahiran anak atau ingin menyetop karena sudah merasa cukup memiliki dua anak. Di samping juga, umur ibu beresiko apabila melahirkan di atas 30 tahun. (A05/q)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Jalur Favorit Pemudik di Palas Macet, Pos Yan Barumun Sepi

Medan Sekitarnya

Geng Motor Brutal Serang Tiga Pengendara di Jalan Mistar Medan

Medan Sekitarnya

Vietjet Luncurkan Penerbangan Langsung Pertama Jakarta-Da Nang Mulai April 2026

Medan Sekitarnya

Eks Kepala BNI Aek Nabara Jadi Tersangka Penggelapan Rp28 Miliar Uang Umat Katolik, Kabur ke Australia

Medan Sekitarnya

Laporan Mandek 1,5 Tahun di Polres Samosir, Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Waris Dilaporkan ke Polda Sumut

Medan Sekitarnya

Sukacita Jelang Lebaran, Ribuan Peserta Mudik Gratis PTPN IV PalmCo Diberangkatkan Serentak