Medan (SIB)- Wakil Presiden M Jusuf Kalla menutup Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII 2018 di Gedung Serbaguna Astaka, Jalan Willem Iskandar Medan, Jumat (12/10) malam. Selanjutnya MTQN XXVIII tahun 2020 akan dilaksanakan di Sumatera Barat (Sumbar). Hadir dalam acara itu, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Gubsu Edy Rahmayadi, Wakil Gubsu Musa Rajekshah, para gubernur dan perwakilan se-Indonesia, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.Wapres dalam sambutannya mengatakan, awalnya ide pelaksanaan MTQN ini memang datang dari masyarakat Sumatera Utara 51 tahun lalu. Dirinya bersyukur, MTQN ini dapat terlaksana dengan baik di Sumut. "Lewat MTQ ini kita menginginkan ilmu agama berkembang baik di kalangan generasi muda di negeri ini. Apalagi di tengah-tengah perkembangan teknologi saat ini. Di dalam agama, kita mendengarkan Al Quran saja sudah dapat pahala. Apalagi sampai membaca dan melaksanakannya dengan baik," ucapnya.Besar harapannya, pelaksanaan MTQN ke depan juga dapat berjalan dengan baik. "Agar dapat berpengaruh kepada kehidupan beragama kita di Indonesia menjadi lebih moderat, dan meningkatkan sifat keIslaman kita menjadi lebih baik di Indonesia," katanya.Dia menegaskan masih terus berlangsungnya penyelenggaraan MTQN dengan cabang perlombaan yang banyak, menunjukkan tingginya minat membaca Al Quran. "Kondisi itu tentu saja membanggakan karena ternyata anak milenial tidak hanya minat di bidang IT (Informasi dan Teknologi)/internet, tetapi juga membaca Al Quran,"ujarnya.Menurut dia, lomba MTQN itu semakin menjadi kegembiraan karena membaca Al Quran memang merupakan kewajiban umat Islam. MTQN diharapkan semakin memperkuat persatuan antara umat Islam dan anak bangsa yang bisa menguatkan dan mempertahankan persatuan dan kesatuan di Indonesia.Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan, kesuksesan penyelenggaraan MTQN merupakan kesuksesan bersama pemerintah pusat dan daerah. "Diharapkan syiar MTQN akan membekas karena tujuan MTQN adalah melahirkan kesadaran untuk mencintai Al Quran dan mengamalkannya,"katanya.Dikatakannya, pengamalan Al Quran dengan baik dalam kehidupan diperlukan untuk menjaga kekondusifan. "Kita perlu energi untuk menjaga persatuan dalam keberagaman dan MTQN adalah salah satunya,"katanya.Sedangkan Gubsu Edy Rahmayadi menyebutkan MTQN XXVII di daerah itu juga sudah terbukti menggerakkan perekonomian. "Jadi memang jelaslah bahwa Al Quran sebagai Rahmatan Lilalamin,"ujarnya.Apalagi, kata dia, acara MTQN yang sejak dibuka resmi Presiden Joko Widodo 7 Oktober berjalan aman dan lancar dan diminati atau banyak dikunjungi masyarakat.Gubsu juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyempatkan hadir menutup acara MTQN di Sumut di tengah jadwal kerja yang padat. "Sebagai tuan rumah MTQN XXVII, Sumut dengan rasa tulus dan ikhlas berterimakasih kepada seluruh peserta dan berbagai kalangan,"katanya.Pada malam penutupan itu, Ketua Dewan Hakim MTQN XXVII Prof DR H Rom Rowi mengumumkan juara 10 besar. Sebagai juara umum adalah DKI Jakarta, juara 2 Banten, dan Sumut juara 3. Adapun juara 4 hingga 10 masing -masing Kepulauan Riau, Jawa Timur, Riau dan Jawa Barat, Aceh, DI Jogyakarta, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Selatan. Pada acara itu diumumkan bahwa tuan rumah MTQN XXVIII adalah Sumatera Barat dengan diserahkannya bendera MTQN dari Menteri Agama ke perwakilan pejabat Pemprov Sumatera Barat. Dalam penutupan tersebut, piala juara umum diserahkan Wapres JK didampingi Gubsu Edy Rahmayadi dan Menteri Agama, Lukman Hakim Sai Fuddin kepada perwakilan Provinsi DKI Jakarta. Turut diserahkan juga trofi kepada peserta terbaik pertama yang diraih oleh Heri Kuswanto, Kafilah asal DKI Jakarta. (A11/l)