Medan (SIB)- Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)-II Medan, Ir Paul Ames Halomoan Siahaan MSc mengaku telah memasuki masa pensiun sejak 1 Oktober lalu dan tugasnya saat ini dilaksanakan Ir Bambang Pardede, sebagai pelaksana harian (Plh) Kepala BBPJN II, menunggu diangkatnya pejabat yang definitif oleh Menteri PU-PR."Saya sudah pensiun sejak 1 Oktober lalu, dan tugas-tugas sebagai kepala balai sementara ini dijalankan oleh Bambang Pardede. Memang belum ada pergantian atau serah terima resmi, tapi kalau ada hal-hal yang mau ditanyakan atau dikonfirmasi, langsung ke Pak Bambang aja dulu, termasuk soal pekerjaan jalan Aek Latong itu," ujar Paul Ames Halomoan Siahaan kepada SIB melalui telepon seluler, Selasi (16/10)Dia mengungkapkan hal itu ketika akan dikonfirmasi soal tindak lanjut pekerjaan dan perencanaan ulang untuk perbaikan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di kawasan Aek Latong dan Batujomba di Kabupaten Tapanuli Selatan, pasca rapat kordinasi teknis BBPJN-II Medan dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Sumut dan Tim Pakar Geologi yang dipimpin Ir Jonathan Ikuten Tarigan, belum lama ini.Soalnya, pihak perencanaan jalan di BBPJN-II Medan, baik Kepala Satker Perencanaan Jalan Nasional Ir Juara P Siahaan, maupun Kepala Seksi Perencanaan Ir Pareahan Purba, tidak bersedia memaparkan penjelasan dan tindaklanjut hasil rapat kordinasi teknis yang bersifat terbuka tersebut. Juara Siahaan berdalih sedang sibuk mengikuti rapat di Kementerian PUPR di Jakarta, sedangkan Pareahan Purba mengaku sudah melimpahkannya kepada staf perencanaan Ir Patar Manurung.Masalah jalan nasional Aek Latong dengan objek jalan baru sepanjang 1,5 kilometer di jalur Jalinsum di Kabupaten Tapsel yang dibangun pada 2008 lalu, hingga saat ini masih menjadi problem pelik karena ternyata masih berada di lokasi rawan gempa yang secara geologis persis pada garis patahan Sumatera yang terdiri dari sejumlah patahan mikro di sekitarnya. Kondisi tanah yang labil dan rawan amblas itu sementara menimbulkan pro kontra di kalangan ahli geologi maupun teknik sipil."Di satu pihak, ada wacana agar dilakukan kajian ulang aspek geologisnya kalau jalan raya ini masih difungsikan pada lokasi lama, tapi di pihak lain ada wacana jalan ini dipindahkan ke jalur aman," ujar geolog Jonathan Tarigan.Untuk ini, Bambang Pardede selaku Plh Ka Balai atau Kepala BBPJN-II Medan juga mengaku belum dapat dikonfirmasi tentang proyek jalan Aek Latong tersebut, karena sedang sibuk mendampingi salah satu direktur dari Kementerian PUPR dalam kunjungan pasca bencana banjir bandang di Madina."Ya, saya memang ditugaskan sebagai Plh Ka Balai sementara ini, menunggu pejabat yang definitif. Mungkin minggu depan kami baru kembali ke Medan," katanya kepada SIB melalui telepon selulernya.Bambang Pardede, saat ini masih menjabat Kepala Tata Usaha (KTU) BBPJN-II setelah ditarik kembali dari Provinsi Riau sebagai Kepala Satker BBPJN Riau pada tahun lalu. Sebelumnya, Bambang adalah Kepala Satker Wilayah-I BBPJN-Medan, yang saat ini dijabat Riwanto Marbun ST.(A04/c)