Seirampah (SIB) -Limbah kelapa sawit solit (bungkil) yang bisa dijadikan sebagai bahan campuran pakan ternak seperti kambing, sapi dan bebek milik PT Socfindo kebun Matapao Kecamatan Telukmengkudu Sergai awalnya dibagikan gratis sebagai bentuk kepedulian perusahaan membantu lingkungan sekitar . Belakangan ini limbah sawit itu sudah dijual kepada peternak yang membutuhkan.
Anto salah seorang peternak warga Desa Pelintahan Kecamatan Seirampah mengaku harus membayar limbah solit Rp 100 ribu/ ton. "Soalnya habis dibongkar dari truk kita dimintai uang bayar Rp 100 ribu/ ton. Meskipun kita merasa heran akan tetapi sopir minta uang itu jadi terpaksa kita kasih", ucap Anto ketus.
Manejer PT Socfindo Matapao Ir Bambang S Hidayat didampingi Ahmad Sibli ketika dikonfirmasi SIB Jumat (19/10) membantah limbah solit itu dijual kepada kelompok peternak. Limbah tersebut kata Bambang dibagikan kepada kelompok tani/ternak secara gratis sebagai bentuk CSR terhadap lingkungan sekitar.
Menurutnya, produksi pabrik kelapa sawit sekitar 140 ton sehari dan limbah solitnya sekitar 2 ton per hari.
Ditegaskannya, kalau dari perusahaan limbah itu gratis. "Kalau ada sopir pengangkut limbah terbukti menerima uang Rp 100 ribu/ ton akan kita berikan sanksi berat bila perlu akan kita pecat", kata Bambang.(C09/c)