GMI Gelar Konag Istimewa Bahas Disiplin Gereja 26-27 Oktober

- Rabu, 24 Oktober 2018 14:40 WIB
Medan (SIB)- Konferensi Agung (Konag) XIII GMI yang digelar di Parapat pada Oktober 2017 ternyata menyisakan agenda yang belum terselesaikan. Sejumlah peserta Konag 2017 saat itu mengajukan petisi agar Disiplin Gereja Methodist Indonesia tahun 2013 direvisi. Menindaklanjuti keputusan Konag tersebut, GMI yang terbagi dalam dua wilayah memutuskan menggelar Konag Istimewa selama dua hari  26-27 Oktober di Hotel Danau Toba.

"Konag Istimewa ini diadakan karena ada agenda persidangan yang belum selesai padahal pelaksanaan Konag 2017 sudah berakhir. Karena itulah sidang memberikan waktu 1 tahun kepada panitia untuk menggelar Konag Istimewa yang agendanya membahas revisi Disiplin GMI," ujar Pimpinan GMI Wilayah I Bishop Kristi Wilson Sinurat STh MPd di kantor Pusat GMI, Senin (22/10). 

Berdasarkan Disiplin GMI 2013 Pasal 91ayat 1 dan 2 menyebutkan bahwa Konag Istimewa bisa digelar jika ada permintaan 2/3 dari anggota Konferensi Agung itu, dan tugasnya adalah menyelesaikan hal-hal yang menjadi alasan pemanggilan Konag Istimewa tersebut.

Meski hanya digelar dua hari, Bishop Kristi Wilson berharap seluruh peserta yang terdiri dari pendeta dan warga jemaat bisa memanfaatkannya sebaik mungkin sehingga GMI sudah memiliki disiplin yang baru."Hasil Konag Istimewa kemudian akan diserahkan kepada Badan Disiplin GMI yang selanjutnya untuk dicetak," ujarnya.

Lebih lanjut bishop menjelaskan disiplin baru ini juga diperlukan untuk menjawab situasi zaman sekarang namun tetap berdasarkan firman Tuhan. "Saya berharap disiplin GMI yang baru ini akan menjadi pedoman dan tuntunan, baik itu bagi warga jemaat maupun pendeta, dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab pelayanan kita di Gereja Methodist Indonesia," jelasnya.

Sementara itu ketua panitia pelaksana Konag Istimewa Pdt Binran Sipayung didampingi Pdt James Gurning STh MM menjelaskan jumlah peserta yang mengikuti Konag Istimewa 383orang  rinciannya 117 utusan pendeta dan 117 utusan warga dari GMI Wilayah I serta 78 utusan pendeta dan 71 utusan warga dari GMI Wilayah II ditambah 45  panitia pelaksana.

Pdt Binran Sipayung menjelaskan bishop dalam arahannya kepada panitia agar pelaksanaan Konag Istimewa dilakukan seefisien mungkin agar GMI memiliki disiplin baru. Saat ditanya jika Konag Istimewa gagal menghasilkan disiplin yang baru, pria yang menjabat sebagai ketua Yayasan Pendidikan GMI menjawab," "Bisa saja disiplin 2013 akan tetap dipakai, tapi kita lihat saja nanti hasil Konag Istimewa." (R16/c)


Tag:

Berita Terkait

Medan Sekitarnya

Empat Rumah Warga di Labura Ludes Terbakar

Medan Sekitarnya

BI dan Pemko Medan Sidak Pasar, Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran

Medan Sekitarnya

Rico Waas Berangkatkan 4.000 Peserta Mudik Bareng Pemko Medan

Medan Sekitarnya

H-6 Lebaran 2026, Terminal Penumpang Bandar Deli Belawan Telah Layani 13.084 Penumpang

Medan Sekitarnya

Terminal Lubukpakam Sudah Dibangun Megah, Terminal Liar masih Beroperasi

Medan Sekitarnya

Kolaborasi Pemerintah Daerah, Anggota DPR RI Sabam Sinaga Monitoring PIP di Humbahas