Lubukpakam (SIB) -Pekerjaan patching (penambalan -red) di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lubukpakam belum berumur tiga bulan sudah kupak-kapik. Kondisi itu dinilai dapat membahayakan para pengendara dan proyek patching dinilai seperti menghambur-hamburkan uang negara.
"Belum ada tiga bulan selesai pekerjaan tambal sulam itu bang. Baru dua hari pengendara sepeda motor jatuh di jalan yang baru ditambal itu, kalo begini kondisi pekerjaan akan menimbulkan lebih banyak korban lagi," kata warga sekitar Boru Regar (55) kepada SIB, Rabu (24/10) di depan kantor Desa Pagarjati Lubukpakam.
Kondisi kerusakan jalan itu juga dibenarkan seorang tukang tambal ban bermarga Nazara (23) yang tempat usahanya persis berhadapan dengan jalan kupak-kapik. "Proyek pemerintah seperti ini saya anggap sebagai pemborosan uang negara. Bagaimana tidak, kodisinya sudah kembali ke kerusakan sebelum dipatching. Justru makin parah," akunya.
Pantauan wartawan di lokasi, kondisi kopak-kapik di Jalinsum itu berdiameter kurang lebih 10-30 centimeter. Ada yang berlubang-lubang hingga panjang 5 meter, ada yang satu lubang dan beragam jenis kerusakan
Jalinsum memiliki dua arah dan dibatasi pembatas jalan, namun kondisi kerusakan patching bukan hanya di satu ruas jalan. Namun merata di kedua ruas Jalisum tersebut, mulai dari lintasan rel kereta api hingga galon minyak perbatasan Desa Sukamandi. (C06/h)