Medan (SIB) -Fraksi PAN DPRD Medan menyampaikan keprihatinan atas ambruknya kembali jembatan Sicanang 2 Belawan. Ini yang ketiga kalinya sejak dibangun tahun 2017.
"Hari ini penduduk Sicanang hanya mempergunakan jembatan papan darurat yang sangat membahayakan penggunanya. Sangat ironis, jembatan yang panjangnya hanya 20 meter tidak selesai dikerjakan," kata Ketua Fraksi PAN H Bahrumsyah SH ketika menyampaikan pemandangan umum fraksinya tentang R-APBD 2019, Senin (22/10).
Menurut pria yang akrab dipanggil Bahrum ini, persoalan jembatan ini dikarenakan pemborongnya tidak profesional dan ketidakseriusan Pemko memperhatikannya.
"Bayangkan, hanya membangun jembatan 20 meter saja tidak dapat selesai dengan alasan alam. Padahal, di kawasan yang sama, ada beberapa jembatan yang panjangnya 100 meter dapat selesai dengan baik," terang dewan dari dapil Medan Utara ini.
Terkait anggaran, lanjut Bahrum, F-PAN melihat struktur pendapatan APBD Medan dari tahun 2016 sampai 2019 nyaris tidak ada perkembangan yang signifikan, bahkan cenderung statis. Tahun 2016, pendapatan Kota Medan sebesar Rp 5,490 triliun lebih, tahun 2017 Rp 5,523 triliun. Bertambah hanya Rp 33 miliar.
"Kemudian, tahun 2018 turun menjadi Rp 5,238 triliun (berkurang Rp 300 miliar) dan rencana APBD 2019 menjadi Rp 5,692 triliun. Selama 4 tahun, dari tahun 2016 sampai 2019, pendapatan Pemko hanya bertambah Rp 200 miliar. Perkembangan ini sangat lambat, jika kita lihat pesatnya pertambahan komplek perumahan dan pertokoan, kenderaan, pusat perbelanjaan dan papan reklame. Dibanding kota-kota lain, pertumbuhan pendapatan Kota Medan jauh tertinggal," tegasnya. (A10/q)